.::SEJARAH RUNTUHNYA KHILAFAH ISLAMIYAH DAN UPAYA ORANG KAFIR DALAM MEMERANGI ISLAM::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Seff.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali kajian kita. Kali ini kita akan membahas tentang sejarah bagaimana runtuhnya Khilafah Islamiyah serta bagaimana peranan orang kafir dalam meruntuhkan Khilafah tersebut.

Ketika Nabi kita Muhammad SAW ditampilkan ke permukaan bumi membawa risalah yang agung yaitu dinul Islam yang dengan itu dikehendaki untuk merubah tatanan jahiliah yang sudah menjadi pola hidup masyarakat Quraisy pada saat itu. Misi Nabi kita bukan meneruskan apa yang ada, tetapi untuk merombak sistem dan tatanan yang rusak sehingga menuju Islam.

Ketika Nabi di Makkah Nabi sempat mengatakan kepada musyrikin Quraisy bahwa nanti suatu masa dua imperium dan kekuatan besar yaitu Parsi dan Roma akan bertekuk lutut di bawah kaki ku dan kekuatan itu akan berada di tangan umat Islam, sehingga pada saat itu para musyrikin Quraisy mentertawakan, mencibir Nabi, mereka bahkan menyatakan benar bahwa Muhammad itu gila.

Betapa tidak dimana waktu itu para pengikut-pengikutnya dihadapan matanya disiksa dan dibunuh tetapi Nabi tidak sanggup membantu malah Nabi mengatakan akan menguasai Parsi dan Roma yaitu dua imperium besar yang selama itu menguasai Jazirah Arab.

Di Madinah Nabi pernah ditanya oleh Amru bin Ash, dia bertanya kepada Nabi di hadapan para sahabatnya, wahai Rasulullah dua kota yang manakah yang akan ditaklukkan lebih awal? Maka Rasulullah mengatakan: Yang akan ditaklukkan lebih awal adalah kotanya Heraklius yaitu kaisar nya orang-orang Romawi timur, atau kota Konstantinopel yang sekarang akrab disapa Turki.

Rasulullah mengatakan: “Sungguh nanti pada suatu waktu dunia ini akan ditaklukkan oleh tentara-tentara muslim, dan tentara tentara yang menaklukkannya merupakan sebaik-baik pemimpin dan pasukannya merupakan sebaik-baik pasukan”. Para sahabat merasa iri dengan hadits ini. Maka setelah Rasulullah wafat dan di zaman Umar satu persatu kota yang dikuasai oleh parsi dan Roma dibebaskan di bawah kaum muslimin.

Suatu ketika Muawiyah berusaha ingin menaklukkan Konstantinopel, dimana didalamnya ada Abu Musa Al-Asy’ari sebagai prajurit tetapi gagal. Muawiyah berkeinginan dialah yang dimaksudkan di dalam hadits yang disebutkan Rasulullah itu. Di zaman dinasti Umayyah yang berkuasa di Andalusia juga pernah dilakukan penaklukan tetapi gagal juga.

Kota kebanggaan orang Romawi timur yaitu Konstantinopel yang dikenal dengan bentengnya yang kokoh serta mempunyai peradaban yang sangat tinggi yang dijanjikan oleh Nabi akan ditaklukkan ternyata delapan ratus tahun lebih, yaitu tepatnya di zaman kekhalifahan Utsmani yaitu khalifah yang ke tujuh dari dinasti Usmani yaitu Sultan Muhammad yang merupakan anak dari Sultan Murad kedua.

Di usia 21 tahun Sultan Muhammad yang sudah ditempa dengan pendidikan agama yang mantap, paham ilmu syar’i mempunyai aqidah yang lurus dan menguasai beberapa bahasa serta ahli dalam strategi berperang, maka di zaman Sultan Muhammad Konstantinopel menjadi rontok dan benteng yang tidak bisa ditembus itu akhirnya bobol juga. maka setelah menaklukan Konstantinopel maka Sultan Muhammad diberi gelar Muhammad Al-Fatih yaitu sang penakluk konstantinopel.

Itu sejarah, maka sejak itu kekhalifahan Islam berpindah menjadi berada di Konstantinopel,  kekuasaan Islam seratus tahun ke bawah berada di Turki, umat Islam Berjaya dari Asia sa,mpai Eropa ditaklukan dan berada di bawah kekuasaan Khilafah Islamiyah baik itu dinasti Umayyah, Abbasiyah dan terakhir dinasti Utsmaniyah.

Orang kafir ketika itu tidak berani mendongakkan kepala, mereka bertekuk lutut dihadapan kaum muslimin dan itu memang tuntutan dari Allah dan Rasulnya sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam surat At-Taubah ayat 27:

Artinya:

Mereka tidak dipaksa untuk masuk islam, tetapi mereka tidak boleh berkuasa dan menguasai kaum muslimin. Seratus tahun umat Islam berkuasa, kejayaan begitu bersinar pada saat itu, maka orang-orang kafir baik itu Yahudi Nasrani dan kafir lainnya selalu mencari kesempatan bagaimana untuk bisa menjatuhkan bangunan kekhalifahan karena selama umat Islam masih punya pemimpin, masih punya khalifah maka umat Islam pasti berjaya.

Maka akhirnya di zaman Sultan Abdul Hamid 2 yang merupakan khalifah terakhir disitulah mulai persekongkolan antara orang-orang yahudi dan nasrani. Mereka bersatu padu menyusun strategi besar untuk menjatuhkan Khilafah Islam. Mereka mengkader orang-orang terpilih untuk menjadi boneka mereka. Maka dipilihlah satu orang yang bernama Mustafa Kemal.

Mereka didik Mustafa Kemal menjadi sekuler, dia ini orang yang berpaham Islam sekuler murni dan kedepan akan menjadi pionir mereka untuk menghancurkan Khilafah. kemudian di negeri-negeri Islam disusukan orang-orang mereka, orang-orang kafir yang pura-pura masuk Islam dan mempengaruhi pikiran negeri-negeri Islam mulai dari Lebanon, Mesir, Saudi dan negeri-negeri lainnya.

Setelah orang-orang mereka berhasil menyusup kedalam negeri-negeri Islam maka satu persatu negeri Islam berlepas diri daripada Khilafah, mulai dari Irak, Mesir juga demikian bahkan ulama kenamaan Mesir pun mendukung agar terlepas dari kekhilafahan Islam. Disaat yang tepat ketika negeri-negeri Islam sudah termakan oleh hasutan dan fitnah maka khilafah dikudeta pada malam hari kemudian Sultan ditangkap dengan keluarganya serta diasingkan.

Maka pada tahun 1924 khilafah Islam tumbang serta diangkatlah seorang boneka sekuler murni Mustafa Kemal Attaturk untuk berkuasa. maka apa yang terjadi? Turki yang merupakan kota Islam kebanggaannya kaum muslimin dirubah menjadi sekuler, adzan di rubah menjadi bahasa Turki, bahasa Arab dilarang diajarkan di Turki, jilbab tidak boleh dan diganti dengan rok, songkok kebanggaan Turki tidak bolehdipakai, tatanan Islam semuanya dihancurkan oleh Mustafa Kemal Attaturk, serta kota yang merupakan ibukota Islam pada saat itu islambul diganti menjadi Istanbul.

Maka berpuluh tahun Turki menjadi negara Islam yang paling sekuler, mereka berhasil meluaskan pengaruhnya sampai seluruh dunia Islam, semua menjadi sekuler karena induknya sudah sekuler. Maka pada abad ke-19 muncullah kesadaran kaum muslimin, islam bangun dari tidurnya, mereka bangkit, maka muncullah satu kekuatan Islam baru termasuk di Turki, muncullah satu sosok yang memang sudah dipersiapkan serta dikader oleh para ulama, dialah Recep Tayyip Erdogan alumni Madrasah da’i dan khatib.

Pelan tapi pasti Erdogan merubah Turki yang paling sekuler dalam waktu hampir sepuluh tahun semuanya berubah total, adzan dikembalikan ke dalam bahasa Arab, pondok pesantren dibuka sebanyak-banyaknya, mencetak ribuan hafidz Qur’an, jilbab digalakkan, shalat subuh jumlah jamaahnya sama dengan jumlah sholat Jumat.

Maka umat Islam mulai bangkit, maka kenapa Erdogan harus dikudeta? tiada lain karena Erdogan akan menghidupkan kembali sistem Khilafah, Erdogan akan memunculkan kembali kekuatan Islam, karena itulah orang-orang kafir tidak suka sehingga Erdogan harus dirontokkan dengan kudeta. Tetapi dengan izin Allah Erdogan dan pengikutnya yang setia dijaga oleh Allah,  gagallah kudeta tersebut yang di belakangnya ada Amerika dan konco-konconya sebagai pengiku setia,  kenapa di kudeta? karena sudah pasti tidak ada rumusnya orang-orang kafir itu suka kepada Islam.

Download Audio disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s