.::KAJIAN KE TIGAPULUH DELAPAN: Kajian Hadits Tentang Tiga Penghuni Syurga::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang materi kajian Hadits. Hadits ini terdapat di dalam kitab Shahih Muslim yang telah di syarah oleh Imam An-Nawawi Rahimahulloh, dan derajat haditsnya shahih.
Hadits yang akan kita bahas ini adalah tentang tiga penghuni syurga. Rasulullah SAW bersabda ahli syurga itu ada tiga:

1. Orang yang mempunyai kekuasaan.
Kita sering mendengar banyak ungkapan dari para salaf, karena yang namanya kekuasaan itu sangat mereka takuti. Bahkan mereka hendak lari dari yang namanya kekuasaan, sehingga mereka mengatakan hindarilah pintu-pintu penguasa. Tetapi dalam hadits ini justru Rasulullah mengatakan kelompok pertama yang akan masuk syurga adalah orang yang mempunyai kekuasaan.

Tentunya yang dimaksud di sini bukan sebagaimana penguasa-penguasa yang dzalim, tetapi orang yang oleh Allah diberikan amanah berupa kekuasaan, kemudian dia mengatur bumi Allah, mengatur kekuasaannya itu dengan aturan Allah. Sebagaimana dalam Hadits maupun ayat yaitu penguasa yang memberikan petunjuk dan perintah-perintah dari Allah yang sehingga kekuasaannya menjadi rahmat dan membahagiakan, bukan malah menyengsarakan orang.

Kata ahli hadis di satu sisi penguasa itu banyak dicela, tapi kenapa di sini Rasulullah mengatakan golongan pertama adalah orang yang mempunyai kekuasaan yang dengan kekuasaannya itu serta petunjuk yang datangnya dari Allah sehinga dia menerangi manusia itu dengan cahaya.

Pemimpin seperti inilah yang dimaksudkan oleh hadits, yang dia memahami bahwa jabatan itu adalah amanah, kepemimpinan itu adalah amanah, bukan jabatan yang menjadi kebanggaan. Memahami hadits ini berarti tidak juga tercela seseorang itu menjadi pemimpin sepanjang kepemimpinan itu bukan dia kehendaki untuk menjadi pemimpin, tetapi dia dikehendaki oleh umat untuk menjadi pemimpin dan dia memimpin umat dengan cahaya yang datang dari Allah.

Karena semua kepemimpinan yang diminta dan yang diinginkan itu adalah azab dan itu diharamkan oleh Allah. Bayangkan kita bisa melihat keadaan hari ini berapa banyak orang berebut untuk menjadi pemimpin. Seorang sahabat Nabi yang terkenal zuhud, dialah Abu Dzar Al Ghifari.

Ketika dia melihat teman-temannya bisa berkhitmat, bisa beribadah dengan kekuasaannya, memimpin umat dengan keadilan dan petunjuk, sekali waktu Abu Dzar ada keinginan dia untuk mendapatkan amanah, sehingga dengan itu dia bisa memimpin umat. Pada suatu ketika keinginannya itu didengar oleh Rasulullah SAW.

Maka ketika Rasulullah bertemu Abu Dzar, Rasulullah mengatakan “Ya Abu Dzar kamu itu lemah dan kepemimpinan itu adalah amanah, engkau orang lemah wahai Abu Dzar. Ketahuilah kepemimpinan itu adalah amanah, bukan jabatan untuk kebanggaan”.

Kepemimpinan itu akan menjadi kesengsaraan dan penyesalan dihari kiamat kecuali orang yang berpegang di atas kebenaran dan dia bersikap adil di atas kepemimpinannya. Kalau tidak demikian dia akan menjadi penyesalan dan kesengsaraan dihari kiamat, sehingga seorang Abu Dzar dilarang oleh Rasulullah. Dalam riwayat hadits yang lain “Seseorang yang meminta jabatan atau kepemimpinan maka dia tidak akan ditolong oleh Allah, Allah akan membiarkan dirinya mengatur dengan caranya sendiri dan tidak akan ditolong”.

Tetapi seseorang yang tidak meminta amanah, dia dikehendaki oleh umat, dia melaksanakan amanah itu dengan baik, maka dia akan ditolong oleh Allah. Maka Islam juga membenarkan kepemimpinan itu sepanjang kepemimpinannya itu dia menunjuki umat dengan cahaya dari Allah.

Makanya kalau bisa dunia ini dipimpin oleh orang soleh, yang memimpin negara-negara itu kalau bisa orang beriman, orang yang takut kepada Allah dan dia memimpin dengan cahaya iman dan Islam. Tetapi kadang-kadang kepemimpinan itu dikesankan seperti sesuatu yang tabu.
Bilamana seseorang menghendaki menjadi pemimpin dan dia menganggap kepemimpinan itu sebagai kebanggaan dan terhadap orang yang demikian itu kita mesti hati-hati. Tetapi kalau dia memegang kepemimpinan itu berdasarkan kepercayaan umat, umat menghendaki dia memimpin dengan adil, maka kepemimpinan seperti inilah yang menjadi salah satu daripada ahli jannah.

Tapi kadang-kadang oleh sebagian orang mengatakan kalau masalah kepemimpinan jangan diurus oleh orang Islam, karena mencari pemimpin yang benar-benar Islamnya ibarat mencari pasir di tengah gurun, tetapi hari ini sulit untuk mencari pemimpin yang amanah walaupun harus tetap diupayakan.

Pemimpin yang dengannya manusia banyak mendapat rahmat, alam menjadi rahmat, tidak menjadi laknat seperti sekarang ini, sebagaimana telah dicontohkan oleh sebaik-baik generasi yaitu generasi para sahabatan Rasulullah, dan yang paling terkenal adalah Umar bin Khattab. Umar bin Khattabb merupakan contoh yang luar biasa dan ini sepertinya tidak tertandingi sepanjang masa.

Umar bin Khattab mempunyai kebiasaan yang sudah dikenal oleh banyak orang yaitu selalu berjalan keluar, dia tidak hanya di kota tetapi dia sering keluar, bahkan keluar masuk gang. Untuk apa? Yaitu untuk meneliti rakyatnya, untuk menginspeksi bagaimana keadaan rakyatnya.

Umar ini adalah pemimpin yang tidak mempunyai cirri-ciri khusus, bahkan gambaran Umar bin Khattab banyak di antara umat Islam yang saat itu tidak mengenal kalau itu adalah Umar. Digambarkan sekali waktu dia keluar, dia inspeksi sampai mendekati pintu gerbang batas akhir daripada kota Madinah. Dia mendapati ada gubuk yang miring di pintu keluar kota Madinah, kemudian dia lihat di depan gubuk itu ada seorang laki-laki yang duduk mendekap.

Kemudian Umar mendatangi laki laki itu dan bertanya, kamu sedang apa di sini, kamu dari mana? Kemudian dia jawab saya bukan orang Madinah, saya orang gurun, yang lebih dikenal dengan orang Baduy. Saya sengaja datang ke kota Madinah dan membuat gubuk. Ternyata dalam pembicaraan itu diketahui oleh Umar bahwa orang itu sedang kelaparan. Apa yang kamu inginkan? Saya kepingin ketemu Umar bin Khattab, untuk apa? Saya mau minta uang.

Di saat mereka sedang berbicara berdua tiba-tiba Umar mendengar suara rintihan dari dalam gubuk, suara wanita yang merintih, Umar terkejut dan mengatakan kamu nggak sendiri kayaknya ada perempuan di dalam? Akhirnya dijawab oleh si Badui itu bukan urusanmu, karena memang orang-orang Badui itu kasar. Dia tidak tahu kalau itu khalifah, tetapi setelah dipaksa akhirnya dia mengaku itu istri saya, kenapa dia mengerang begitu? Istri saya sakit perut beberapa hari, kemungkinan dia mau melahirkan. Tapi saya tidak punya apa-apa di rumah saya, makanan tidak ada, uang pun tidak ada.

Umar terkejut dan mengatakan iya kamu tunggu sebentar. Umar pulang kerumah dan mengatakan kepada istrinya maukah kamu mencari muka dihadapan Allah, maukah kamu mencari pahala kepada Allah? Istrinya bertanya, ada apa lagi suamiku? Saya baru mendapati ada seorang wanita muslimah dan suaminya, mereka sedang kelaparan dan istrinya mengerang kesakitan mau melahirkan, tolong siapkan makanan dan perbekalan untuk persalinan istrinya. Istrinya Umar pun cepat-cepat menyiapkan persiapan makanan dan bekal.

Setelah mereka berdua datang kembali ke sana, maka Umar meminta izin kepada si Badui supaya istrinya Umar diijinkan masuk. Ternyata benar isterinya memang benar-benar ingin melahirkan. Maka ditunggulah oleh istrinya Umar, Umar pun tidak kalah sibuk mengumpulkan kayu bakar, dia membikinkan gandum untuk si Badui yang kelaparan itu. Sampai digambarkan asap dari kayu bakar itu mengenai wajahnya.

Di saat Umar menunggu bubur gandum yang dimasak itu keluarlah istrinya Umar sambil berteriak ya Amirul mukminin berikan kabar gembira kepada saudaramu dengan lahirnya bayi laki-laki, maka terkejut si Arab Badui sambil bertanya anda Khalifah? Kemudian Umar mengatakan ya sudah tenang-tenang sampai disuruh makan. Inilah pemimpin Islam kebanggaan kaum muslim, di mana kita cari model pemimpin yang seperti ini?

Inilah pemimpin yang dimaksud pemimpin ahli jannah, bukan pemimpin yang sibuk menghitung rekening saya di luar negeri sudah berapa, tanah saya sudah berapa ribu hektar, istri simpanan saya mobilnya sudah berapa? Coba lihat pemimpin hari ini dia hura-hura, bermaksiat ria di atas kelaparan banyak manusia, dia bersenang senang di atas derita dan air matanya orang-orang muslim.

Alangkah jauhnya kepemimpinan yang ada dalam Islam dengan kepemimpinan hari ini. Umar bahkan ketika waktu dibai’at dia menangis, bukan seperti orang sekarang, baru tanda-tanda mau menang, pestanya minta ampun, bergembira ria, dia joget-joget seperti orang gila. Tetapi Umar menangis hingga salah seorang datang bertanya apa yang membuat engkau menangis wahai Amirul mukminin? Wallahi andaikata ada sebuah keledai di Irak yang terantuk batu karena saya tidak meluruskan jalan, saya takut kalau nanti Allah bertanya kenapa Umar engkau tidak meluruskan jalan untuk seekor keledai itu, itulah yg membuat Umar menangis.
Alangkah jauhnya dengan pemimpin kita hari ini, yang ada mereka sibuk menyiapkan dinastinya, tidak berpikir bagaimana rakyat bisa makan.

2. Orang yang lembut hatinya dan penuh dengan kasih sayang.

Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 128:

Artinya:
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.

Seorang Nabi panglima perang, panglima tertinggi, pemimpin umat, kepala Negara, tetapi dia juga seorang kakek yang mulia, cucu-cucunya selalu diciumi, bahkan ketika beliau sholat untanya hanya dinaiki oleh Hasan dan Husein. Bahkan anak anak sahabat yang baru lahir dibawa ke Rasulullah minta didoakan, dan anak-anak kecil itu diciumi oleh Rasulullah.

Karena begitu senang menciumi anak kecil sampai-sampai sekali waktu ada tamu seorang Arab Badui juga datang ingin bertemu Rasul. Ketika itu dia melihat Rasul sedang mencium anak kecil, akhirnya melotot matanya sembari mengatakan ya Muhammad saya punya anak sepuluh tapi belum pernah saya mencium anak-anak saya sebagaimana saya melihat engkau mencium anak kecil.

Rasulullah SAW mengatakan “Siapa yang tidak menyayangi dia tidak akan disayangi, cintai apa yang di bumi ini niscaya engkau akan dicintai oleh yang ada di langit”. Bahkan terhadap musuhnya pun beliau masih punya hati. Rasulullah ketika hijrah dengan Abubakar, waktu itu musyrikin Quraish kehilangan jejak, Muhammad telah kabur dan diumumkan pengumuman siapa yang bisa menangkap Muhammad dan Abubakar maka hadiahnya adalah seratus ekor unta merah.

Akhirnya kabar tersebut sampai ke kampung-kampung dan didengarlah oleh salah seorang di kampung diluar Makkah yang bernama Suroqoh bin Malik. Suroqoh bin Malik ini pernah mendengar cerita dari orang yang baru pulang dari luar kota, bahwa dia melihat ada orang yang melewati jalur yang tidak biasa dilewati, tapi dia nggak tahu siapa orang itu. Karena sudah mendengar ada sayembara itu, akhirnya cepat-cepat Suroqoh pulang, diambil kuda dipersiapkan perlengkapannya kemudian dipacunya kuda itu.

Rasulullah dikejar sampai akhirnya dapat, makin lama makin dekat, Abubakar sudah ketakutan dan mengatakan ya Rasulallah di belakang ini ada orang, Rasul mengatakan biar, Nabi tahu karena diberitahu oleh Malaikat Jibril. Kemudian makin dekat sampai Abubakar menangis, ya Rasulullah sudah semakin dekat. Akhirnya kaki kuda Suroqoh dipegang oleh Malaikat Jibril sehingga jungkir balik kesakitan, tapi dia tidak mau menyerah karena dikepalanya dia terbayang seratus ekor unta merah.

Dia bangkit lagi kemudian dikejar, dan yang ketiga kalinya adalah yang parah sampai kaki kudanya itu tidak bisa keluar dari pasir tetapi masih dipaksakan. Ketika ditarik paksa kaki kudanya akhirnya keluar asap dari pasir itu, akhirnya dia mulai gelisah, mulai timbul keyakinan bahwa orang yang dicari-cari ini bukan orang sembarangan. Akhirnya disaat itu dia sadar bahwa ia dalam posisi yang salah.

Maka akhirnya dipaksakan kaki kudanya keluar, dia kejar lagi, tapi kali yang keempat dia ini memanggil-manggil nama Rasulullah. Akhirnya Nabi mendapat petunjuk bahwa Suroqoh ini sudah berubah, maka Nabi berhenti dan bertanya kenapa kamu panggil saya? Akhirnya gemetar dia, tolong maafkan saya Muhammad saya sudah salah. Apa kata-kata yang keluar dari mulut suroqoh? “Muhammad kalau nanti engkau sudah menjadi penguasa di Jazirah Arab tolong jangan hinakan saya”.

Akhirnya dia bercerita ya Muhammad adapun saya mengejar engkau, di Makkah ini sedang ada sayembara, siapa yang mendapat Muhammad dan Abubakar maka seratus ekor unta merah jadi imbalannya, itulah yang membuat saya mengejar engkau. Mendengar itu Rasul hanya tersenyum. Kemudian Rasul mengatakan wahai Suroqoh engkau suatu waktu nanti akan memakai pakaian kebesaran daripada raja Persia, dan engkau akan memakai perhiasan-perhiasan yang dipakai oleh raja persia.

Setelah duapuluh empat tahun berselang, di zaman Umar bin Khattab ketika induk kerajaan Persia ditaklukkan oleh tentara Islam dan kaum muslimin sudah pulang dari persia dengan membawa rampasan perang yang banyak, maka Umar mengumpulkan tentara Islam di masjid untuk membagi-bagikan ghonimah. Ketika akan dibagi Umar mencari mana Suroqoh bin Malik, maka Suroqoh dihadirkan dan dipakaikan baju kebesarannya dan mahkotanya kaisar. Maka Suroqoh menangis teringat apa yang pernah dikatakan oleh Rasulullah.

3. Orang yang pandai menjaga dan sangat menjaga harga dirinya walaupun dia sangat membutuhkan.
Maksudnya orang yang pandai menjaga harga dirinya dari hal-hal yang diharamkan Allah, dari menipu, mencuri, korupsi, padahal dia butuh. Karena butuh orang merampok, karena butuh orang mencuri, tapi ini orang yang butuh tetapi dia bisa menjaga harga dirinya dari melakukan perbuatan yang diharamkan seperti, mengambil hak orang atau mendzolimi seseorang, padahal dalam posisi dia sangat butuh. Tetapi dia jaga harga dirinya, dia tidak mau melakukannya karena takut kepada Allah bahkan dari meminta pun dihindari. Ini yang disebut orang yang pandai menjaga harga diri padahal dia butuh.

Download Mp3 Disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s