.::KAJIAN KE TIGAPULUH ENAM: Nifak Amali::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Nifak. Dan sekarang kita akan memasuki Nifak Asghor, Nifak kecil, Nifak ‘Amali. Yaitu orang-orang yang melakukan perbuatan orang-orang munafik, tetapi dia masih tetap dalam keimanan. Maka dari beberapa penjelasan ini, adapun perbuatan-perbuatan orang-orang munafik yang kalau umat Islam melakukannya maka dia terkena dengan Nifak Asghor.

Adapun perbuatan yang tergolong dalam Nifak Asghor adalah:
1. Kalau berbicara dia berdusta.
2. Kalau berjanji dia tidak tepati.
3. Kalau diberi amanat dia menghianati.

Itulah kebiasaan perbuatan orang-orang munafik, yang kalau umat Islam melakukannya maka dia jatuh pada Nifak Asghor. Dan pada kesempatan ini kita akan membahasnya:

1. Kalau dia berbicara dia berdusta.
Mohon maaf, hari ini banyak orang yang berbicara,karena banyaknya yang dibicarakan, akhirnya setelah habis bahannya maka dia berbohong. Bahkan tidak sedikit umat Islam ini duduk berkumpul hanya untuk bicara bohong dengan tujuan supaya orang lain bisa tertawa. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata bohong dengan harapan orang lain bisa tertawa maka celaka dia, celaka diaa, celaka dia”.

Hal ini biasanya bermula dari orang-orang yang hobinya banyak ngomong, tiap ketemu selalu banyak ngomong, nggak habis-habis. Tetapi kalau sudah habis bahan, akhirnya dia berpikir nanti sayamau ngomong apa. Dan akhirnya mulailah bicara bohong supaya orang tertawa, dan akhirnya dia senang. Rasulullah SAW bersabda “Aku jamin kepada seseorang yang mampu meninggalkan ucapan bohong dengan satu rumah di syurga”.

Tetapi tidak sedikit hari ini orang-orang berbicara bohong. Maka benar kata Umar bin Khattab “Siapa yang banyak ngomong pasti banyak salahnya, siapa yang banyak salahnya mesti banyak dosanya, dan siapa yang banyak dosanya maka neraka lebih pantas”.

2. Kalau berjanji dia tidak tepati.
Setiap dia berjanji selalu mengatakan inshaa Allah, tetapi setelah ketemu ucap lagi inshaa Allah, inshaa Allahnya berkali-kali tetapi tidak pernah ditepati. Dia berani menjanjikan kepada orang, seolah ketika ketemu janjinya bisa ditunaikan, tetapi ketika ketemu maka kembali lagi ke inshaa Allah.

3. Kalau diberi amanat maka dia menghianati.
Hari ini adalah musimnya bohong, ingkar janji, khianat, maka hati-hati. Janjinya muluk-muluk, bicaranya bohong. Lihat saja yang hari ini banyak pakai dasi, naik mobil mercy, duduk di kursi padahal dulunya banyak janji-janji. Dan sekarang yang diucapkan itu hampir tidak nyata semuanya omong kosong. Jangan Tanya lagi kalau masalah amanat, diberi amanat tetapi menghianati, bahkan hari ini para penegak hukum sudah banyak yang berkhianat.

Harusnya para koruptor dipotong tangannya, eh taunya hanya dipenjara. Apalagi yang bisa kita harapkan di negeri ini orang yang katanya harus menegakkan hukum saja sudah seperti itu. Inilah imbas dari hukum jahiliah.

Allah SWT berfirman didalam surat Al-Maidah ayat 51:

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang dzolim.

Hukum jahiliyah adalah hukum yang dirancang oleh akal pikiran manusia yang tidak dijamin kebenarannya, maka hukum yang ada ini adalah hukum jahiliyah. Ketika menjelaskan ayat ini di dalam tafsir Ibnu Katsir beliau memberikan contoh hukum ilyasik, yaitu hukum Nasrani, dicampur Kristen, Yahudi, Islam, dan dijadikan aturan yang mengatur manusia.

Itu hukum kafir, dan orang yang menegakkan hukum jahiliyah itu wajib diperangi sampai dia mau kembali kepada hukum Allah saja. Akibat tidak ditegakkanya hukum, orang yang mestinya yang menegakkan hukum malah sekarang menjadi pelanggar hukum nomor satu, ini adalah satu hal yang ironi sekaligus memalukan. Kalau di Cina orang yang korupsi dipotong lehernya dan disiapkan peti mati, tetapi kalau di Indonesia yang dipotong adalah masa tahanannya.

Itulah munafik asghor, yaitu melakukan amalan orang-orang munafik. Negeri ini sudah banyak dipenuhi oleh orang-orang yang khianat. Dia tidak takut kepada Allah dan juga tidak malu kepada manusia, dan dia juga sudah lupa bahwa semua amal perbuatan nantinya akan dipertanggung jawabkan.

Di zaman Rasulullah saja ketika Islam itu tegak, seorang sahabat Abu Dzar pernah datang kepada Rasulullah untuk meminta jabatan, bukan karena dia ingin menjadi pejabat, tetapi dia ingin berkhidmat untuk Islam. Tetapi Rasul tahu tipikal Abu Dzar seperti apa, kemudian Rasul mengatakan jangan, kamu itu lemah. Amanat itu nantinya akan menjadi penyesalan dan kesengsaraan bagi pemegangnya, kecuali orang yang memegang amanat itu dengan haq dan adil dengan amanat itu.

Tetapi hari ini diminta rame-rame jabatan itu walaupun ia harus menjual asset-asetnya hanya untuk mengejar jabatan. Tetapi setelah menjadi pejabat janjinya hilang dan amanatnya di khianati.

Adapun cirri-ciri perbuatan orang-orang munafik yang dijelaskan oleh para ulama adalah:

1. Orang munafik itu paling berat kalau melaksanakan shalat isya dan shalat subuh.
Seberat-berat shalat bagi orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Rasulullah SAW bersabda “Andaikata manusia itu tahu betapa besarnya pahala yang Allah siapkan untuk menghadiri berjamaah shalat isya dan shalat subuh, pasti mereka akan menghadirinya walaupun dengan merangkak”.

Bahkan di hadits yang lain dijelaskan “Orang yang ketika cuaca dingin, kemudian dia memperbagus wudhunya, lalu pergi melangkahkan kaki ke masjid di hari yang dingin, kemudian dia mendapati berjamaah shalat subuh di masjid, maka berikan kabar gembira padanya, yaitu dia akan mendapatkan cahaya yang sempurna dihari kiamat”.

Ini jelas berat bagi orang-orang munafik, gimana tidak berat, malamnya digunakan untuk ngomong yang bohong-bohong, sehingga subuhnya duluan ayam. Tetapi anehnya mereka tidak merasa berdosa. Maka hati-hati.

2. Dia tidak mengingat Allah kecuali hanya sedikit saja.
Apa maknanya? Allah itu tidak hadir di dalam hatinya, Allah itu hanya ada di lisannya. Banyak orang-orang yang seperti itu, mereka sedikit sekali mengingat Allah, mereka tidak shalat, tidak puasa, Allah itu hanya sesuatu yang diingat sesaat. Hari ini banyak orang-orang yang mengingat Allah itu hanya pada sebutan-sebutan, tetapi Allah itu tidak hadir dalam hatinya. Inilah salah satu kebiasaan dan ciri orang-orang munafik, yaitu hanya sedikit sekali dia mengingat Allah

3. Suka memperolok-olok orang yang beriman.
Allah SWT berfirman didalam Surat Al-Mutaffifin ayat 29-32:

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu mentertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka (orang yang beriman) melintas dihadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria. Dan apbola mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan “Sesungguhnya mereka benar-benar orang yang sesat”.

Dan juga Allah SWT berfirman di dalam surat At-Taubah ayat 65:

Artinya:
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab “Sesungguhnya kami hanya bermain-main dan bersenda gurau saja. Katakanlah mengapa kepada Allah dan ayat-ayatnya, serta Rasulnya kamu berolok-olok?”

Hari ini banyak orang-orang yang seperti itu, ketika melihat aktivis Islam mereka ditertawakan, dihinakan, bahkan mereka saling main mata.

Download Mp3 Disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s