.::KAJIAN KE TIGAPULUH SATU: Pembatal Syahadat 2::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Pembatal Ke-Islaman atau Pembatal Syahadat. Kemarin kita sudah membahas tentang syirik Akbar yang pertama yaitu syirik do’a.
Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita dengan menerangkan dalil-dalil tentang masalah kesyirikan ini. Allah SWT berfirman di dalam surah An-Nisa ayat48:

Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Di dalam ayat ini Allah mengatakan tidak akan mengampuni dosa syirik. Para ulama ahlu tauhid sepakat bahwa pelaku syirik akbar itu kalau dia mati kemudian dia tidak bertobat dari kesyirikannya maka dia yukhriz minal millah, keluar dari millah dan juga dia kekal di dalam neraka. Tetapi kalau pelaku syirik kecil maka dia batal amalnya, tidak mengeluarkannya dari millah, dan juga tidak menyebabkan orangnya kekal di dalam neraka.

Kemudian Allah SWT berfirman di dalam surah Al-Maidah ayat 72-73:

Artinya:
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam”, Padahal Al masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Di dalam ayat ini Allah SWT mengatakan bahwa siapa yang meyakini bahwa Nabi Isa itu sebagai Allah maka dia kafir. Jadi hari ini ada satu paham yang disebut paham trinitas, yang dimana mereka meyakini memiliki tiga tuhan. Maka orang berpaham seperti itu Allah katakan sungguh telah kafir dan Allah haramkan baginya syurga.

Jadi dari dua ayat ini maka kesimpulan yang bisa kita ambil adalah orang yang berpaham trinitas itu kafir. Jadi kalau kita tidak paham dan belajar Islam, maka kita tidak akan tahu dan akan mudah ditipu.

Kemudian dalil lain adalah firman Allah di dalam surat Lukman ayat 13:

Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Lukman ini adalah seorang yang sholeh, ahli ibadah, yang oleh Allah diberikan pengetahuan yang luas, dan dia hidup di zaman sebelum Rasul. Maka Lukman berpesan kepada anaknya yaitu “Jangan menyekutukan Allah dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua”.

Hal ini menunjukan bahwa dosa syirik itu luar biasa dan sangat ditakuti oleh para Nabi, alim, dan orang-orang sholeh, sehingga pesan pertama yang diwasiatkan adalah jangan syirik kepada Allah, karena kesyirikan itu adalah satu dosa yang sagat besar.

Kemudian dalil lain adalah firman Allah SWT di dalam surah Az-Zumar ayat 65:

Artinya:
Dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi.

Berdasarkan ayat ini maka dosa syirik itu bisa membatalkan amal. Hari ini banyak orang yang melakukan syirik tetapi dia tidak sadar bahwa ia telah melakukan kesyirikan, maka semua amalannya jadi batal.
Kemudian dalil lain adalah firman Allah SWT di dalam surah Al-Kahfi ayat 104:

Artinya:
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Di dalam ayat ini Allah menceritakan tentang seseorang yang beramal sholeh tetapi ternyata amalnya itu salah. Dia mengaku diri sebagai orang yang soleh, tetapi di satu sisi dia melakukan kesyirikan, dan ketika itu dia telah menyangka sudah banyak berbuat baik.

Maka pelaku syirik ini dia sudah otomatis mengingkari Allah karena dia menganggap ada kekuatan lain, tandingan lain selain Allah. Mereka menyangka amalannya sudah banyak, tetapi lantaran karena perbuatan syirik maka batal semua amalannya. Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Kahfi ayat 110:

Artinya:
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“.

Ayat ini jelas, siapa ayang ingin bertemu dengan Allah maka hendaklah melakukan amal sholeh dan janganlah melakukan kesyirikan. Karena nanti dihari kiamat nikmat terbesar bagi orang yang masuk syurga adalah dapat melihat wajah Allah. Masih banyak ayat-ayat yang lain, tetapi paling tidak dari ayat-ayat itu ada gambaran bahwa syirik besar itu pelakunya kekal dalam neraka, batal amal, keluar dari millah, dan haram syurga baginya.

Hadits Rasulullah SAW, “Rasulullah bertanya di hadapan para sahabat, maukah aku beritahu kalian tentang dosa-dosa besar yang paling besar, yang pertama adalah syirik kepada Allah dan yang kedua adalah durhaka kepada orang tua”.

Hari ini kadang-kadang banyak orang lupa, ia berbuat baik kepada Allah tetapi durhaka kepada orang tua. Banyak orang tua hari ini bukan jadi raja, tetapi jadi pembantu. “Kalau orang tua senang maka anaknya jadi raja, tetapi kalau anaknya senang kadang-kadang orang tua jadi pembantu”.

Dalil hadits yang lain adalah Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua hal yang mewajibkan, barang siapa yang mati dalam keadaan syirik kepada Allah maka wajib masuk neraka, dan barang siapa mati dalam keadaan tidak syirik kepada Allah maka wajib masuk syurga”.

Ini untuk memberikan gambaran bahwa banyak ayat dan hadits yang menerangkan tentang bahaya syirik.

2. Syirik Niat, Kehendak, Tujuan

Allah SWT berfirman di dalam surat Huud ayat 15-16:

Artinya:
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Kalau orang yang hidup di dunia ini tidak berpikir untuk akhirat sedikitpun, seluruh hidupnya ditujukan untuk dunia, demi kesenangan dunia, maka orang seperti ini Allah akan penuhi keinginannya, dan dia tidak akan dirugikan. Tetapi orang seperti ini yang niat, kehendak, tujuannya hanya dunia, maka di akhirat dia tidak mendapat apa-apa kecuali neraka, karena Allah sudah membayar semuanya di dunia.

Hari ini banyak orang seperti itu, hidup tidak pernah berpikir untuk akhirat, mereka menjadi budaknya harta, tidak pernah berpikir mati, yang dituju hanya dunia, niatnya dunia, kehendaknya hanya untuk mencari dunia. Maka mereka ini sudah masuk dalam syirik, niat, kehendak, dan tujuan, karena menempatkan semua hanya untuk dunia.

Download Mp3 Disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s