.::KAJIAN KE TIGAPULUH: Pembatal Syahadat 1::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini, kita akan memasuki pembahasan tentang pembatal-pembatal keislaman atau pembatal-pembatal syahadat. Hari ini secara kenyataan tidak diselisihi di manapun umat Islam itu sangat tahu apa pembatal wudhu, shalat, haji, zakat. Tetapi aneh justru pembatal syahadat yang merupakan pintu masuk Islamnya seseorang itu kini banyak orang tidak tahu, dan bisa hampir dipastikan di sekolah-sekolah tidak diajarkan. Maka kita berusaha untuk mengetahui hal-hal ini yang hari ini disamarkan maupun ditutup-tutupi.

Kalau kita merujuk pada beberapa kitab tauhid, para ulama secara garis besar mengatakan bahwa, pembatal keislaman itu ada empat, diantaranya:
1. Syirik.
2. Kafir.
3. Nifak.
4. Riddah (Murtad).

Pada kesempatan ini kita akan membahas satu persatu tentang pembatal keislaman ini.

1. Syirik.
Syirik adalah menyekutukan Allah, menganggap ada tandingan, mensejajarkan Allah dengan kekuatan-kekuatan lain dengan sesuatu apapun, ini pengertian umum yang sudah dipahami. Menurut ulama dan ahlu tauhid bahwa syirik itu dibagi menjadi dua yaitu syirik Akbar dan syirik Asghor.

Sebelum kita bahas tentang syirik ini maka kita perlu tahu bagaimana awal mula munculnya kesyirikan ini, karena ini berkaitan erat dengan kondisi kita pada hari ini. Allah SWT berfirman di dalam Surat Nuh ayat 23:
Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr“.

Ayat ini mengisahkan tentang Nabi Nuh yang mengingatkan kaumnya yang pada saat itu mereka jatuh pada kesyirikan, tetapi dibantah oleh mereka. Bagaimana bentuk kesyirikannya? Di zaman sebelum Nabi Nuh diutus ada orang-orang sholeh yang beriman kepada Allah yang namanya Wadd, Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr, mereka dulunya adalah orang-orang sholeh yang banyak jasanya.

Akhirnya orang-orang sholeh ini meninggal dunia, maka oleh orang-orang yang hidup ketika itu mereka merasa bahwa orang-orang ini telah berjasa, maka oleh mereka dibuatkan patung, dan patung itu persis menyerupai kelima orang itu. Patung itu tujuannya adalah untuk mengenang jasa orang-orang sholeh, dan sekarang juga sudah banyak patung dengan tujuan untuk mengenang.

Setelah generasi berubah yang awalya dibikinkan patung untuk mengenang, maka oleh generasi dibawahnya tidak lagi mengenang tetapi sudah menyembah patung-patung itu dan dijadikan illah dengan mengharapkan manfaat dan menghilangkan mudhorat. Maka mereka diperingatkan oleh Nabi Nuh, ratusan tahun berdakwah pengikutnya hanya 80 orang.

Setelah didakwahkan malah justru dakwahnya Nabi Nuh ditolak dan diperolok-olok, dan malah yang memperolok-olok itu bukan orang lain tetapi isteri dan anaknya sendiri. Kalau hari ini sebuah kebenaran yang dipegang oleh seseorang dengan teguh kemudian diperolok-olok oleh orang-orang, maka itu bukan barang baru, itu adalah sunnatullah. Jadi tidak perlu heran kalau hari ini hal-hal seperti itu terjadi, karena itu juga adalah ujiannya para Nabi.

Itulah awal muculnya syirik, maka Nabi Nuh menperingatkan agar mereka tidak menyembah patung-patung itu. Tetapi hari ini banyak patung-patung dibikin dengan tujuan untuk mengenang, tetapi sekarang bukan lagi untuk mengenang, tetapi sudah masuk kepada kesyirikan yaitu dengan disembah.

Demikian juga ummat Nabi Ibrahim, setelah diperingatkan berulang-ulang tetapi tidak mempan. Akhirnya dengan caranya sendiri Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala itu dan sampai akhirnya Nabi Ibrahim dibakar. Seluruh Nabi dan Rasul itu memperintkan kaumnya dengan peringatan yang sama yaitu “Sembahlah Allah saja dan jauhilah thoghut”.

Nabi Ibrahim yang gelarnya Abul Muwahhidin saja sangat takut terhadap kesyirikan, sehingga Allah SWT mengabadikan do’anya Nabi Ibrahim di dalam Surat Ibrahim ayat 35:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

Begitupun Rasulullah Muhammad SAW dakwahnya jelas adalah mendakwahkan tauhid dan memberantas syirik. Bahkan ketika Futtuh Makkah patung-patung yang berada di dalam Ka’bah yang jumlahnya 360 buah patung itu semuanya dihancurkan. Dan para sahabat yang ketika masih musyrik banyak melakukan kesyirikan, tetapi setelah mereka masuk Islam mereka semua meninggalkannya.

Salah satu contoh ketika Umar bin Khatab sudah menjadi khalifah. Pada suatu hari Umar duduk sendiri dan merenung, tetapi ada sahabat yang memperhatikannya. Ketika sedang duduk merenung, maka tidak lama kemudian melelehlah air matanya, setelah itu kemudian ia tersenyum, sehingga sahabat yang memperhatikan ini penasaran kemudian memberanikan diri untuk bertanya.

Wahai khalifah aku perhatikan engkau tadi menangis tetapi tidak lama kemudian engkau tersenyum, ada apa denganmu wahai khalifah? Maka dijawab oleh Umar, aku menangis karena teringat waktu aku musyrik, betapa dosanya aku karena anak perempuanku aku kubur hidup-hidup dengan tanganku sendiri.

Kemudian yang membuatku tersenyum adalah suatu hari aku pulang kerumah dalam keadaan perut yang sangat lapar, aku lihat ke dapur tidak ada makanan yang bisa di makan. Akhirnya secara tidak sengaja aku meihat tuhanku yang terbuat dati adonan gandum, kemudia aku potong kepalanya lalu aku makan, betapa bodohnya aku.

Mereka juga menyembah berhala, tetapi setelah kedatangan Rasul maka semuanya diberantas habis. Tetapi sekarang ini kesyirikan itu bukan diberantas tetapi dilestarikan, dibudayakan, dipelihara.
Menurut Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab syirik Akbar itu ada empat.

1. Syirik Do’a
Yaitu syirik dalam hal pengharapan, berdo’a, berharap. Mestinya orang itu berdo’a dan berharap hanya kepada Allah, dan syirik ini telah terjadi dimana-mana. Hari ini banyak kaum muslimin mereka merasa perlu berdo’a di kuburan keramat, para wali, karena mereka beralasan kalau berdo’a di kuburannya mereka nanti didengarkan oleh mereka kemudian disampaikan kepada Allah, karena mereka merasa diri mereka itu kotor. Ini semua adalah syirik, tetapi anehnya syirik ini bukannya dibasmi tetapi dilestarikan.

Jadi syirk dalam berdo’a adalah mereka meminta kepada selain Allah. Padahal Allah SWT mengatakan akan memberi setiap apa yang diminta oleh hambanya dalam berdo’a, sepanjang syarat-syarat berdo’a itu terpenuhi. Bahkan Rasulullah SAW mengatakan “Siapa yang tidak mau berdo’a kepada Allah, maka Allah murka kepadanya”. Tetapi sayangnya hari ini orang lebih memilih berdo’a kepada selain Allah.

Download Mp3 Disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s