.::KAJIAN KE DUAPULUH LIMA: Alwala Wal Baro 5::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini, kita,akan melanjutkan pembahasan kita, dan kemarin kita sudah membahas beberapa ayat. Ayat-ayat wala dan baro di dalam Al-Quran itu banyak sekali, ini menunjukan bahwa Allah SWT ingin menjelaskan kepada manusia mana kekasih Allah dan mana kekasihnya setan. Karena memang di dunia ini hanya ada dua saja, kalau tidak Hizbullah maka dia adalah Hizbussyaitan, dan juga pasti akan berujung pada dua, yaitu syurga dan neraka.

Jadi pembahasan ini perlu kesabaran, jangan sampai ada diantara kaum muslimin yang mengatakan ini kok bicara kafir melulu. Memang iya, kalau nggak beriman ya berarti kafir, kalau bukan Hizbullah maka dia adalah Hizbussyaitan, itu saja pilihannya. Dan ini harus diperjelas supaya kita jangan sampai salah dalam mengambil sikap.

Kepada mukmin yang seharusnya kita berwala, mendukung, berpihak, karena kita tidak tahu masalah wala wal baro akhirnya mereka kita musuhi, dan sebaliknya orang kafir malah didukung. Padahal orang kafir itu milahnya satu, “Mau dia Yahudi, Nasrani, Kristen, Katholik, Konghucu, mereka itu tetaplah kafir, dan mereka merupakan aulianya setan”.

Maka kita harus tahu apa itu wala wal baro sehingga kita tidak salah memposisikan mereka, dan sikap kita harus jelas. Sebagaimana Allah SWT berfirman di dalam surat Fathir ayat 6:

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa setan itu adalah musuhmu, maka jadikanlah dia sebagai musuh. Jangan dijadikan sebagai teman, jangan berwala, loyal kepada mereka, karena Hizbussyaitan itu adalah orang-orang kafir. Jangan pula jadikan mereka itu sebagai teman, karena setan dan kelompok-kelompoknya tidak lain adalah untuk mengajak kamu agar sama-sama masuk neraka. Maka setan dan kelompoknya ini harus kita jadikan sebagai musuh.

Kemarin kita sudah membahas dalil yang terdapat di dalam surat Al-Fath ayat 28. Dimana Allah SWT menjelaskan sikap dari pengikut Rasulullah SAW itu ada beberapa kriteria diantaranya “Assyiddaau alal kuffar ruhamaau bainahum”, mereka keras terhadap orang kafir dan lemah lembut terhadap orang mukmin. Bahkan Rasulullah mencontohkan kalau kamu ketemu dengan orang kafir di pinggir jalan maka jangan mendahului dengan memberi salam, bahkan pepet dia ke pinggir. Nabi itu bukan ngajari shalat saja.

Tetapi orang sekarang menggambarkan akhlak Nabi, ada yang mengatakan Islam itu rahmatan lil alamin, Nabi kita itu orangnya santun, lemah lembut, diludahi dan diejek orang beliau diam saja. Kapan itu? Itu waktu di Makkah ketika belum punya kekuatan.

Tetapi ketika di Madinah lain lagi ceritanya, bahkan orang kafir disuruh dikejar, dibunuh, di mana pun mereka berada, karena apa? Ketika di Makkah mereka menindas orang-orang beriman dan membunuhnya. Jadi sikap Rasul di Makkah itu lain dengan sikap ketika berada di Madinah. Sikap inilah yang diwarisi oleh para sahabat. Tetapi sikap inilah yang justru terbalik hari ini. Hari ini terhadap orang beriman mereka keras dan memusuhinya, dan terhadap orang kafir mereka loyal, mencintai, dan mendukung dalam rangka mencari ridhonya orang kafir.

Banyak orang sekarang ini karena mau mencari dunia, mau menjadi orang hebat, mau cari muka,  mereka akhirnya memusuhi orang muknin dan mencintai orang kafir. Jadi sikap yang benar itu orang kafir pasti tidak akan suka, jadi jangan mencoba bersikap yang membuat orang kafir itu senang karena nanti Allah pasti akan murka.

Kemudian dalil yang lain adalah Surat Al-Maidah ayat 52:

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Di dalam ayat ini Allah mengatakan jangan jadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai aulia (teman setia) karena orang yahudi dan nasrani satu dengan yang lain saling tolong menolong dalam rangka memusuhi orang beriman. Banyak bukti sejarah yang membuktikannya, Khilafah yang terakhir runtuh karena persekongkolan Yahudi dan Nasrani, dimana ketika itu tokoh Yahudi memimpikan tanah Palestina untuk dimilikinya.

Ketika di zaman Sultan Abdul Hamid 2 tanah Palestina dijajah oleh Yahudi dan dibujuk dengan iming-iming dolar untuk mendapatkannya, tetapi oleh Khilafah pada saat itu tidak izinkan. Bahkan kata Sultan Abdul Hamid 2 walaupun dibujuk dengan 150 ribu uang emas tetap tidak akan saya lepaskan tanah Palestina yang telah dipersembahkan oleh pendahulu saya, kecuali kalau saya sudah mati baru kamu boleh ambil.

Maka mereka melihat tidak ada jalan lain kecuali harus dijatuhkan. Bagaimana menjatuhkannya? Maka bersekongkollah Yahudi, Inggris, dan Prancis, kemudian dimunculkanlah manusia yang bernama Mustapha Kemal Attaturk untuk menghancurkan khilafah Islam. Ketika khilafah sudah jatuh maka negeri-negeri Islam yang lain satu persatu dicaplok oleh mereka dan pemimpin-pemimpin yang ditempatkan adalah orang-orang yang namanya Islam tetapi di dalamnya adalah sekuler, liberal, bahkan sampai hari ini.

Tetapi sayangnya hari ini masih ada sebagian orang yang mengklaim bahwa masih ada pemerintahan yang paling baik Islamnya di dunia, yaitu Saudi. Mereka mengatakan bahwa pemerintahan Saudi adalah pemerintahan yang paling baik, paling Islami, ulamanya hebat. Tetapi apa yang terjadi? Para ulama Saudi memfatwakan supaya Saudi mengundang masuk tentara kafir Amerika dengan alasan untuk menjaga dua tanah suci, dan 30% dari tentara kafir itu adalah perempuan.

Akhirnya mereka berbuat kerusakan dan bermaksiat, padahal itu tanah arab yang ketika Rasul masih hidup beliau mengatakan “Usir semua kaum musyrik untuk keluar dari jazirah Arab”, tetapi oleh para ulamanya orang kafir itu justru diundang untuk masuk. Akhirnya tentara-tentara itu bermaksiat, berzina, maka rusaklah Saudi sampai pada hari ini.

Di mana mereka menyimpan ayat-ayat ini? Allah SWT melarang untuk berteman dekat tetapi mereka malah mengundang orang kafir agar menjaga dinasti mereka supaya tidak runtuh. Maka setelah muncul kesadaran dari orang-orang Islam yang lurus, jujur, yang merasa bahwa Saudi sudah rusak sehingga melakukan perlawanan, maka mereka ditangkap dan dipenjarakan di penjara bawah tanah.

Mereka jelas-jelas sudah mengingkari ayat, mengingkari hadits. Banyak orang hari ini mengagung-agungkan Saudi, katanya di sana berlaku hukum Islam, hukum Islam apa? Di sana berlaku hukum sekuler, dan hukum Islamnya tebang pilih. Orang yang lemah yang tidak bisa membela diri mereka dihukum dengan hukum Islam, tetapi kalau ada orang dari kalangan pejabat  yang bermasalah maka hukumnya tidak berlaku.

Jadi Allah SWT jelas melarang jangan menjadikan Yahudi, Nasrani sebagai teman. Dengan mengetahui ayat ini kita jadi tahu seperti itulah pemerintahan yang katanya paling baik, padahal jelas-jelas bertentangan dengan ayat dan hadits.

Kemudian dalil lain adalah terdapat dalam surat an-Nisa ayat 144:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu Mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu).”

Maknanya mengangkat orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang beriman itu akan mengundang murka Allah. Tetapi sayangnya ayat ini sudah tidak berlaku, dan hanya segelintir orang saja yang mau membicarakan dan mengamalkannya, dan lebih sedikit lagi orang yang mau memperjuangkannya. Karena hari ini orang-orang sudah sami’na wa’aatho’na kepada orang kafir, sehingga yang terjadi sekarang negeri-negeri Islam, pemimpin-pemimpin namanya Islam tetapi isinya kafir dimanapun sekarang. Karena mereka sudah tidak menghiraukan rambu-rambu Allah, yang penting mereka bisa hidup senang di atas dunia, aturan Allah itu masa bodoh dan dibuang.

Download Mp3 Disini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s