.::KAJIAN KE DUAPULUH EMPAT: Alwala Wal Baro 4::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini, kita akan melanjutkan pembahasan kita pada pekan yang lalu, yaitu tentang Alwala wal baro, yaitu loyalitas dan permusuhan. Karena ini merupakan satu kemestian, kelaziman daripada syahadat. Kemarin kita sudah membahas sebuah dalil yang terdapat dalam surat An-Nisa ayat 138-139, yang dimana Allah merendahkan orang-orang yang mengangkat orang kafir sebagai pemimpin.

Dan bentuk penghinaan Allah terhadap orang-orang yang demikian adalah dengan kaat-kata berikan kabar gembira kepada orang-orang munafik itu bahwa mereka akan diberikan siksa yang pedih. Siapa yang mendapatkannya? Yaitu orang yang menjadikan orang kafir sebagai aulianya, pemimpinnya dan meninggalkan orang-orang mukmin.

Kemudian dalil yang lain adalah terdapat dalam surat Ali-Imran ayat 149-150:

 

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah Sebaik-baik penolong.

Ayat ini sangat jelas sekali, tetapi tidak dengan kita hari ini, kita taat kepada orang kafir, menjadi pelaksana dari programnya orang kafir, karena orang kafir tidak akan pernah rela dengan Islam. Khalifah dihancurkan, karena mereka tidak ingin adanya khilafah, sehingga disetiap negara-negara daulah Islam yang ingin memberlakukan syariat Islam, maka negaranya dihancurkan oleh orang-orang kafir.

Jadi yang orang kafir lakukan pada hari ini adalah bagaimana umat Islam tidak mengupayakan dan mendirikan khilafah Islamiyah, sehingga upaya yang mengarah kesana itu semua dibabat habis dan mereka juga menginginkan supaya negeri-negeri Islam itu tidak lagi berhukum dengan hukum Islam. Maka dimunculkanlah pemimpin-pemimpin boneka ditiap negeri itu yang namanya Islam tetapi isinya sosialis, komunis, nasionalis.

Jadi orang kafir punya strategi, biarlah mereka menjadi Islam, tetapi Islam yang otaknya sudah kita cuci dengan sekuler, paham-paham kafir, dan aturan yang harus berlaku di negara tersebut harus aturan di luar Islam. Orang kafir yang punya keinginan seperti itu dari dulu hingga sekarang mereka ditaati, diikuti, dan akhirnya apa? Lihatlah keadaan kita hari ini, setiap upaya untuk menegakkan Islam pasti dibantai, karena apa? Mengikuti tuan kafir.

Inilah kenyataan pada hari ini, mentaati tuan kafir supaya mendapat dolar, kemuliaan, ingin negeri-negerinya maju, karena orang-orang kafir ini punya banyak fasilitas. Maka orang-orang Islam ini kepalanya mendongak kepada orang kafir, karena mereka melihat orang kafir itu lebih hebat daripada orang Islam, makanya mereka rela untuk mengikuti orang kafir supaya mendapat kehebatan dari mereka.

Maka Allah SWT memperingatkan kita di dalam surat Ali-Imran ayat 196-197:

 

Artinya:

Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri, itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

Ayat ini kalau umpama kita bahas maka besar kemungkinan kita akan disalahkan, bahkan sampai ada yang mengatakan jangan menyinggung orang kafir, nanti mereka tersinggung. Lantas ayat ini kapan baru bisa kita bahas? Karena dari bodohnya umat Islam, ayat Allah yang kita bahas eh malah mereka yang tersinggung.

Ini akibat parahnya pemikiran mereka, mereka nggak paham syahadat sehingga menjadi terbalik. Yang mestinya baru dikatakan benar itu seperti apa yang difirmankan oleh Allah dalam surat Al-Fath ayat 29:

 

Artinya:

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Ayat ini luar biasa dan sangat jelas sekali, tetapi sayangnya ayat ini hampir tidak ada orang yang menjelaskannya. Kalau kita ingin tahu seperti apasih pengikut Muhammad SAW itu, seperti apa generasi pertama yang dibina oleh Rasulullah SAW yang tiap jum’at selalu didoakan oleh para khatib. Kenapa mereka didoakan? Karena mereka adalah generasi mulia sepanjang sejarah Islam dan tidak akan pernah tertandingi, sehingga mereka selalu didoakan.

Bagaimana ciri-ciri generasi mulia ini? Maka Allah SWT menjelaskan di dalam ayat ini. Ciri-ciri mereka adalah keras terhadap orang kafir. Kalau ayat-ayat yang seperti ini dibahas saya yakin banyak orang yang kupingnya nggak tahan mendengarnya, bahkan kadang ada orang yang melarang untuk membahasnya.

Memangnya Islam ini hanya bicara shalat wudhu saja? Maka setan akan senang dan ketawa melihat orang-orang seperti ini. Padahal kita disuruh oleh Allah untuk menakut-nakuti orang kafir, tetapi kenyataannya tidak, malah kita yang takut pada orang kafir.

Jadi ciri atupun sifat dari pengikut Nabi adalah mereka keras terhadap orang kafir. Mana buktinya? Contohnya ketika Umar bin Khattab ra menjabat sebagai khalifah, dan dua kerajaan terbesar Persia dan Romawi sudah takluk terhadap kekuasaan Islam. Kemudian Umar memerintahkan kepada para gubernurnya untuk menerapkan di daerah-daerah yang sudah dikuasai kaum muslimin yaitu sebuah aturan yang bernama risalah umariyah.

Tujuan diterapkannnya sistim ini yaitu dalam rangka untuk mengecilkan dan mengerdilkan orang kafir serta untuk mengamalkan perintah Allah yang terdapat dalam surat At-Taubah ayat 29:

 

Artinya:

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.

Dalam rangka mengamalkan ayat ini Umar menerapkan kepada daerah-daerah yang telah dikuasai kaum muslimin, mereka harus membayar jiziyah. Siapa mereka itu? Ahli dzimmi, yaitu orang-orang kafir yang tunduk dibawah kekuasaan Islam. Mereka dipersilahkan memilih agamanya kafir tetapi harus tunduk di bawah kekuasaan Islam dengan bayar pajak, itulah yang disebut kafir dzimmi, tetapi kita hari ini sudah jadi muslim dzimmi.

Orang kafir ketika mereka bayar pajak kepada penguasa Islam, mereka tidak boleh berjalan dengan tegap, membusungkan dada, tetapi harus datang dengan keadaan kecil, menunduk. Orang kafir tidak boleh jalan dijalannya orang Islam, mereka harus memiliki jalan sendiri. Bahkan kata Rasulullah SAW “Kalau kamu berpapasan dengan orang kafir maka pepet dia dan suruh minggir dari jalan”. Tetapi sekarang sudah terbalik, malah kita yang disuru minggir karena orang kafir mau lewat.

Orang kafir kudanya tidak boleh pakai pelana, tidak boleh menampakkan pedangnya di hadapan orang muslim, tidak boleh membunyikan lonceng terlalu nyaring didekat perkampungan muslim, sampai-sampai orang kafir tidak boleh meniru cara menyisir dan terompahnya kaum muslimin. Luar biasa hinanya orang kafir pada saat itu, semuanya dalam rangka apa? Mengamalkan ayat Allah.

Tetapi kita sekarang ini orang kafirnya nggak suruh malah kita yang ngikut mereka, sampai namanya dirubah-rubah. Alangkah jauhnya antara generasi pertama dengan kita pada hari ini, maka kalau kita tidak paham Alwala wal baro maka seperti inilah yang terjadi, orang kafir yang seharusnya dihinakan malah dimuliakan, disanjung, ditaati, dijadikan idola, padahal Allah menyuruh untuk menghinakan orang kafir, sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh generasi pertama.

Bahkan ketika di zaman khalifah terakhir Sultan Abdul Hamid II yang ketika itu sudah menguasai ibukota Turki, di dalam KTP itu hanya ada dua agama saja yaitu Islam dan kafir. Tetapi hari ini orang kafir yang oleh Allah dan Rasulnya dihinakan  malah mereka dimuliakan oleh orang Islam, dijadikan pemimpin, bahkan dijadikan pembela untuk melindungi dirinya.

Kemudian ciri yang lain dari pengikut Nabi Muhammad SAW adalah berkasih sayang, loyal, mendukung kepada sesama muslim. Tetapi hari ini sudah terbalik, orang muslim dimusuhi sedangkan orang kafir dicintai. Kemudian ciri lainnya adalah mereka itu rukuk dan sujud untuk melaksanakan shalat, tetapi berapa banyak orang hari ini mengaku mengikuti Muhammad SAW tetapi mereka tidak shalat.

Kemudian mereka mencari rizki yang di ridhoi oleh Allah, tetapi tidak sedikit orang hari ini prinsipnya biar haram yang penting dapat. Kemudian ciri yang terakhir adalah pada muka mereka terdapat tanda-tanda bekas sujud, maksudnya adalah cerminan dari shalatnya itu terlihat pada akhlaknya. Allah SWT mengibaratkan mereka ini adalah seperti orang yang menanam tanaman, ketika tanaman itu tumbuh subur maka orang yang menanam itu akan senang melihatnya. Tetapi dengan cirri yang seperti itu maka orang kafir tidak akan senang, suka.

Jadi prinsipnya yang benar itu jangan pernah cari suka dan senangnya orang kafir. Baru dikatakan benar Islamnya seseorang itu apabila diukur seberapa besarnya orang kafir tidak suka, membenci mereka, itulah cirri pengikut Muhammad SAW.

Jadi ayat ini menjelaskan bagaimana wala wal baronya para sahabat, mereka berkasih sayang terhadap sesama muslim dan keras kepada orang kafir. Tetapi hari ini itu sudah tidak ada, karena tidak paham syahadat lebih-lebih tidak paham wala wal baro. Padahal inilah yang menentukan benar tidaknya akidah kita, sementara hari ini banyak akidah yang sudah rusak, yaitu berwala, memihak, setia kepada orang kafir dan memusuhi orang beriman.

Download Mp3 Disini

 

 

 

 

 

.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s