.::KAJIAN KE DUAPULUH TIGA: Alwala Wal Baro 3::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim

Kita akan melanjutkan pengajian kita sepekan yang lalu. Dan kali ini kita masih akan membahas mengenai Alwala wal baro. Alwala yaitu loyalitas, kesetiaan, kecintaan, keberpihakan, sedangkan Albaro adalah permusuhan, kebencian, tidak mendukung, tidak berpihak. Dua sikap ini mutlak harus dimiliki orang yang benar syahadatnya, dan ini merupakan tuntutan dari pada syahadat. Karena orang yang syahadatnya benar maka akan melahirkan dua sikap ini. Maka hidup ini hanya ada dua saja yaitu iman dan kafir.

Sikap ini harus dimiliki oleh orang yang bersyahadat dengan benar, kalau tidak ada dua sikap ini maka akan seperti apa yang terjadi pada kebanyakan orang pada hari ini, tidak jelas siapa yang dia bela, dicintai, berpihak, dan siapa yang harus dimusuhi, semuanya tidak jelas. Bahkan terkesan terbalik, kepada mukmin, muslim yang harus didukung malah sekarang dibenci, dan kepada orang kafir yang harusnya dibenci malah dicintai.

Kemarin kita sudah membahas beberapa dalil yaitu surat Al-Imran ayat 128, Almaidah ayat 55, dan Al-Mumtahanah ayat 4. Di dalam ayat ini Allah mengisahkan tentang sikap baronya Nabi Ibrahim kepada kaumnya yang kafir. Setelah berulang-ulang Nabi Ibrahim mengajak untuk bertauhid kepada Allah tetapi kaumnya menolak. Maka akibat sikap penolakan dari kaumnya itu maka muncullah sikap baro dari Nabi Ibrahim.

Maka Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab mengatakan “Sesungguhnya manusia tidak akan lurus keislamannya walaupun dia mentauhidkan Allah, mengingkari kesyirikan, tetapi tidak akan lurus Islamnya sebelum dia memusuhi orang-orang musyrik. Jadi walaupun dia bertauhid dan mengajarkannya, menyuruh orang untuk meninggalkan syirik, itu tidak akan cukup dan tujuannya tidak akan lurus kecuali dia harus memusuhi orang-orang musyrik”.

Kemudian dalil yang selanjutnya adalah surat Al-Imran ayat 118:

 

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

Di dalam ayat ini Allah melarang untuk menjadikan orang-orang di luar kalanganmu sebagai wali, teman-teman setia. Itu karena apa? Mereka itu tidak henti-hentinya menyusahkanmu. Sungguh telah nyata kebencian yang ada pada mulut-mulut mereka, dan di hatinya lebih besar lagi.

Contohnya, kafir Amerika mengatakan, umat Islam itu teroris, mereka yang jenggotnya panjang, yang mau menegakkan Islam, mereka itu adalah teroris. Ini adalah prinsip orang kafir. Maka Allah melarang kita untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia. Tetapi hari ini bukan lagi menjadi teman setia malah sudah menjadi pendukung setia dan melakukan semua perintahnya orang kafir demi dolar.

Persis seperti katanya George W Bush beberapa tahun yang lalu ketika dia menginvasi irak. “Telah dimulai perang salib babak baru, maka tentukan anda bersama saya atau bersama teroris, bersama saya anda saya kasih dolar, bersama teroris anda saya pukul pakai tongkat. Tetapi kok aneh umat Islam tidak tersinggung, tidak marah, karena mereka sudah dikipas dengan fhulus. Dan anehnya umat Islam pada hari ini banyak sekali yang ingin bergabung bersama George W Bush dan melaksanakan programnya. Dan ayat ini sekarang sudah tidak laku, padahal itu perintahnya Allah. Allah melarang berteman dekat dengan orang kafir, tetapi sekarang ternyata malah menjadi pendukung setianya, melaksanakan pesannya orang kafir, Islam model apa ini?

Ada seorang pemimpin Islam yang tauhidnya benar, yang hari ini hampir tidak ada orang yang kenal, dia adalah Jendral ziya ul-Haq. Dia dibina oleh dua orang ulama Mesir yaitu Syekh Abu A’la Al-Maududi dan Syekh Abul Hasan Ali Al-Hasani. Dua ulama inilah yang mencelup ziya ul- Haq sehingga mempunyai tauhid yang benar. Ketika itu di Pakistan sedang berkuasa Presiden Ali Bhuto, Pakistan menjadi sekuler karena Ali Bhuto adalah produknya barat.

Ziya ul- Haq dipersiapkan untuk menjadi pemimpin Islam. Ketika tahun 1975 terjadi konferensi muslimah sedunia yang diadakan di Karachi-Pakistan. Saat itu hadir seorang mujahidah yaitu Sayyidah Zaenab Al-Ghazali. Dia ini merupakan seorang pejuang dari mesir dan merupakan anggota jamaatul muslimin dan dia dipenjara beberapa tahun lamanya. Sayyidah Zaenab Al-Ghazali mengatakan saya sudah tidak bisa menghitug badan saya ini sudah berapa kali dicambuk, ia disiksa dan dipenjara di bawah pimpinan Gamal Abdul Naser.

Ketika Sayyidah Zaenab Al-Ghazali berkunjung ke Karachi untuk menghadiri pertemuan muslimah sedunia, maka bertemulah ia dengan Ziya ul-Haq dan menasihatinya. Apa nasehatnya? Nanti jika engkau berkuasa maka tegakkan syariat Islam di Pakistan, jadikan Pakistan ini Negara Islam, itu tanggung jawabmu sebagai seorang muslim. Mendengar nasehat itu Ziya ul-Haq menangis.

Begitu Ziya ul-Haq merasa sudah siap maka dia kudeta Ali Bhuto, Ali Buto jatuh dan digantung oleh Ziya ul-Haq, karena Ali Bhuto ini adalah orang yang anti dengan Islam. Maka sejak saat itu Ziya ul-Haq menjadikan Pakistan sebagai Negara Islam dan syariat Islam berjalan.

Ketika beberapa tahun beliau menjabat sebagai Presiden, maka terjadilah perang Afghanistan yaitu pada tahun 1978. Orang-orang Afghanistan berontak karena Najibullah memaksakan paham komunis, sehingga terjadilah perang. Kemudian Uni Soviet (Rusia) campur tangan dan memasukan tentaranya di Afghanistan sehingga orang-orang Afghanistan memilih mengangkat senjata.

Maka datanglah pimpinan-pimpinan jihad saat itu menemui Ziya ul-Haq untuk meminta dibukakan batas wilayahnya untuk dibuatkan pangkalan militer di perbatasan Afghanistan dan Pakistan. Maka Ziya ul-Haq mempersilahkan para mujahidin untuk melakukannya, dan akhirnya disitulah tempat pelatihan para mujahidin. Setelah 10 tahun waktu peperangan maka Uni Soviet menjadi kelelahan karena tidak bisa mengalahkan para mujahidin. Mereka mau tidak mau harus angkat kaki ketika tentara-tentara mereka sudah menemukan tanda-tanda kekalahan, kemudian Amerika sangat ketakutan.

Akhirnya Dziyaul Haq dipanggil dalam pertemuan di Swis, dia diadili oleh petinggi Negara-negara kafir dan meminta untuk menutup pintu perbatasan dan mengusir semua tentara-tentara Afghanistan yang berada di Pakistan. Karena Ziya ul-Haq menolaknya akhirnya mereka mengultimatum ziya ul-Haq. setelah peristiwa ini Ziya ul-Haq tampak merasa gelisah dan murung kemudian dia mengatakan kepada anaknya, satu hal yang tidak mungkin aku lakukan adalah mengusir para mujahidin dari Pakistan.

Akhirnya disuatu perjalanan, ia naik pesawat, dan pesawatnya telah dipasangi bom. Setelah berangkat maka pesawatnya meledak dan iapun akhirnya syahid. Ia tidak mau mendukung orang-orang kafir untuk memusuhi orang-orang beriman. Adakah model manusia seperti ini pada hari ini? Sikap walanya jelas, baronya jelas, karena memang dia paham tauhid. Maka dia tidak mau mengikuti kemauan orang-orang kafir walaupun resiko nyawa jadi taruhannya. Maka dilarang kita untuk berteman setia apalagi mendukung orang kafir, inilah paham Islam yang benar.

Kemudian dalil yang lain adalah terdapat dalam surat Huud ayat 113:

 

Artinya:

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

Dalam menjelaskan ayat ini, makna cenderung disini adalah berpihak, mengadakan hubungan dekat, karena orang yang punya hubungan dekat mesti nanti akan ada kesepakatan-kesepakatan. Maka ayat ini sangatlah jelas. Adakah orang yang memperhatikan ayat ini? Kalau cenderung saja sudah dilarang, apalagi kalau membela, menolong, jadi jongosnya, apalagi jadi budaknya orang kafir dalam rangka memusuhi orang-orang muslim. Maka akibatnya apa? Akan disentuh oleh api neraka.

Kemudian dalil yang lain terdapat dalam surat An-Nisa ayat 138-139:

 

Artinya:

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

Ayat ini adalah merupakan ejekan, karena saking marahnya Allah. Siapa yang mendapatkan kabar gembira tersebut? yaitu orang-orang yang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin-pemimpin dan meninggalkan orang mukmin. Dan apakah mereka dengan mengangkat pemimpin-pemimpin kafir itu ingin mencari kemuliaan? Padahal semua kemuliaan ada pada sisi Allah. Maka Allah mengancan mereka dengan sindiran mendapatkan kabar gembira yaitu neraka bagi orang-orang yang mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin.

Untuk apa mereka mencari kemuliaan di sisi orang kafir? Tidak lain adalah untuk mendapat dunia, fhulus, cari muka. Tetapi kalau kita memperhatikan dan menolong agama Allah Insya Allah kita akan dimuliakan dan kita nanti akan sanggup menghinakan orang-orang yang dimuliakan orang kafir. Sejarah telah banyak membuktikan seperti itu.

Salah seorang pentolan jihad Afhanistan Syekh Ghulbudin Hikmatiar ketika dia berkunjung ke Amerika maka didengar oleh presiden Ronald Reagen. Maka Presiden mengirim utusan untuk memanggil Syekh Ghulbudin Hikmatiar, karena diundang oleh Ronald Reagen untuk bertemu dengannya. Apa kata Syekh Ghulbudin Hikmatiar? Saya tidak ada waktu. Siapa yang ditolak? Orang nomor satu di dunia.

Akhirnya Ronald Reagen tidak putus asa, ia menyuruh anak perempuannya untuk menuliskan sebuah surat dan meminta dengan hormat agar Syekh Ghulbudin Hikmatiar mau menemui dirinya, dan surat itu diantar langsung oleh anak dan pengawalnya. Kemudian apa kata Syekh Ghulbudin Hikmatiar? Sayang sekali saya sudah ada janji dengan teman-teman Afghanistan. Sampai-sampai duta besar Afghanistan yang ada di Amerika melelpon orang-orang Afghanistan yang berada di Amerika disuruh menyampaikan kepada Syekh Ghulbudin Hikmatiar bahwa presiden Ronald Reagen mau bertemu dengannya.

Itulah kemuliaan, karena dia menolong dan membela agama Allah sehingga dia mampu menghinakan seorang yang mulia. Itulah kalau orang yang berpegang pada Islam, maka Allah akan muliakan dia. Jadi jangan coba cari muka dihadapan orang-orang kafir, karena semua kamuliaan itu ada pada sisi Allah.

Download Mp3 Disini

 

 

 

 

 

 

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s