.::KAJIAN KE SEMBILAN BELAS: Pentolan Toghut 4::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Kita akan melanjutkan pembahasan kita yang sudah pada pentolan toghut yang ketiga, dan sekarang kita akan melanjutkan pentolan toghut yang keempat.

4. Orang-orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib selain Allah.

Padahal yang berhak tahu hal yang ghoib hanyalah Allah, dan Allah akan memberikan yang ghoib itu kepada orang-orang yang dipilih oleh Allah dari para Nabi dan orang-orang yang shaleh yang dikehendaki oleh Allah, dan salah satu contohnya adalah Nabi Khidir. Tapi hari ini ada model manusia yang mengaku tahu hal yang ghoib, tahunya ini justru dia bukan dari Allah tapi tahu dari setan atau jin, bukan dari Allah.

Hari ini orang pergi cari hal-hal yang ghoib itu, pergi ke dukun, paranormal. Itu mereka bisa jadi benar juga, ketika benar itu orang bisa percaya, dan ketika itulah orang jatuh pada kesyirikan. Sebab para dukun itu dia bertawassul pada setan, dia minta tolong menjadikan setan itu walinya. Dia akan ditolong oleh setan, tapi biasanya setan itu menolong dengan ada syaratnya. Apa syaratnya? yaitu ingkar dulu dia kepada Allah baru setan mau tolong.

Bisa jadi dia tahu hal-hal yang benar, benarnyapun haram kita ikuti atau percaya, karena apa? Dia sudah minta tolong pada setan. Coba orang yang tahu hal yang ghoib itu suruh dia hitung rambutnya sendiri, bisa nggak dia hitung ikan di dalam lautan, bisa nggak dia hitung nasi yang dia makan, pasti nggak tahu dia. Nah hari ini banyak orang yang ngaku tahu yang ghoib, dan ternyata dia ini minta tolong dan bertawasul pada setan, inilah yang disebut dengan pentolan thogut yaitu para dukun yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib selain Allah.

Kerjaannya setan ini mencuri-curi berita, nah berita inilah yang disampaikan kepada para dukun, paranormal, tapi dengan syarat ingkar dulu dia pada Allah, ketika dia sudah ingkar maka apa maunya lalu akan ditolong oleh setan. Kita walaupun tahu itu benar wajib untuk diingkari. Maka itulah makna dari surat Al-Baqarah ayat 256

Artinya:

Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

Saya akan sedikit menjelaskan tentang hal-hal yang ghoib ini. Jadi ada kenyataan di tengah-tengah masyarakat ini orang tertipu dengan hal-hal yang ghoib, bahkan sifatnya itu di luar kewajaran, yaitu mempelajari ilmu-ilmu ghoib. Imam Ibnu Taimiyah menjelaskan di dalam sebuat kitab yang berjudul “Baina aulia Allah wa aulia syaitan”, beliau menjelaskan tentang hal-hal yang ghoib. Apa bedanya hal-hal di luar batas kewajaran orang-orang saleh dan orang kafir.

Para dukun itu sudah rusak syahadatnya, batal Islamnya. Ada manusia-manusia yang bisa berbuat di luar batas kewajarannya, tapi itu orang-orang saleh. Maka dijelaskan ada hal-hal ghoib yang datangnya dari setan dan ada hal-hal ghoib yang datangnya dari Allah. Hal-hal ghoib yang datangnya dari setan itulah yang disebut tenung, sihir, dan lainnya, dan ada yang datang kepada manusia hal-hal yang diluar kewajarannya, yaitu mukjizat yang di berikan kepada para Nabi dan karomah yang diberikan kepada para penolong-penolong agama Allah.

Mukjizat ini hanya diberikan kepada Nabi, contohnya Nabi Musa dengan tongkatnya, ini bukan karena maunya Nabi Musa, tetapi merupakan kehendak Allah, dan Nabi Musa tidak pernah meminta dan mempelajarinya. Tetapi yang terjadi dan apa yang dilakukan oleh Nabi Musa itu di luar kemampuan manusia dan akal tidak bisa menjangkau.

Kemudian Nabi Ibrahim dibakar tetapi tidak mempan. itu bukan kuasanya Nabi Ibrahim tetapi langsung datang dari Allah, nah inilah yang dinamakan mukjizat. Begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW banyak sekali mukjizatnya selain Al-Quran, bulan bisa terbelah, tangannya pernah memancarkan sinar dan air, ini tidak dipelajari.

Bahkan sampai-sampai pembantu Nabi yang bernama Syufana, ketika Rasul sudah wafat, dia pergi keluar untuk buang hajat, saat itu tidak ada lampu. Di tengah perjalanan dia ingin menjauh dari keramaian, kemudian dia dikagetkan dengan suara harimau yang besar. Maka ketika itu dia mengatakan kepada harimau, jangan ganggu saya, saya pembantunya Rasulullah, harimau itu langsung tunduk memberi hormat pada Syufana, dan itu bukan kehendaknya Syufana. Kalau itu terjadi kepada Nabi disebut mukjizat, kalau terjadi kepada selain Nabi disebut karomah (kemuliaan),  inilah yang disebut “Harakatil adah, kekuatan supra natural”.

Karomah inilah yang oleh orang sekarang mengatakan keramat, termasuk kisah wali songo.  Kisah wali songo ini sudah banyak bid’ah dan bohongnya. Dikisahkan Sunan Kalijaga itu bertapa berbulan-bulan, nggak makan, nggak minum, duduk di tepi pantai sampai dikerubunin ular, itu bohong semua. Cerita sebenarnya bukan seperti itu, itu sudah dicampur dengan cerita-cerita bohong sehingga seolah-olah Islam itu membenarkan meditasi (semedi). Tidak ada dalam Islam, tetapi dalam agama hindu itu ada yang namanya semedi.

Kalau sudah gelarnya tinggi dia bersemedi beberapa lama itu sampai akhirnya dia bisa tidur di atas paku. Memang betul, tetapi dia melakukannya dengan bantuan setan, tetapi dalam Islam itu nggak ada. Tapi kalau orang mau melakukannya itu bisa saja tetapi yang bantu dia bukan Allah,  melainkan setan, dan dengan syarat dia harus kafir dulu kepada Allah baru dibantu sama setan. Contohnya seperti orang-orang yang mencari ilmu kebal, di mana-mana itu banyak, itu setan semua, malah dijadikan seni oleh mereka, menari-nari sambil menusuk lidahnya dengan jarum dan diiris dengan pisau, itu memang benar dan itu setan yang bantu.

Dan ilmu-ilmu sepert itu terjadi pada manusia. Kalau kepada Nabi itu disebut mukjizat, dan kepada orang alim, kepada wali Allah (penolong agama Allah) itu disebut karomah. Di zaman Nabi, sahabat, bahkan di zaman kitapun karomah-karomah kepada wali Allah diberikan oleh Allah ini tanpa dipelajari. Di zaman sahabat ketika perang kalifiah, salah satu komandannya bernama  Abdullah Al-Habrani, sebelum dia menyebrangi sungai jigrid, dia sholat sunnah dua rakaat, kemudian dia perintahkan kepada anak buahnya, ayo maju menyebrang sungai.

Pada saat itu nggak ada kapal, kemudian mereka maju dengan kuda-kuda mereka untuk menyebrangi sungai, bahkan kaki kuda itu sampai nggak ada yang basah, itulah yang disebut karomah. Di zaman kitapun terjadi karomah itu, termasuk kalau kita baca sejarah jihad Afganistan, banyak sekali karomah itu seperti peperangan antara tentara Rusia dengan mujahidin, ketika tentara-tentara Rusia itu sudah mengepung mujahidin dengan pesawat dan sudah mau menembaki peluru dari atas, mendadak Allah kirim burung yang sangat banyak sehingga sasaran tidak dapat dilihat.

Kadang Allah kirim awan yang gelap sehingga musuh itu ketakutan tidak bisa melihat medan.  Bahkan pernah terjadi peluru sudah habis tinggal satu-satunya dipegang oleh salah satu mujahid, akhirnya komandannya bilang serahkan pada satu orang, dan musuh sudah dekat, akhirnya dengan membaca Bismillahirrohmanirrahim akhirnya ditembak dan mengenai truk yang mengangkut amunisi, melabrak truk ini dan habis semua, itu karomah.

Ada yang ditembak tidak mempan-mempan, ada yang sudah dilindes dengan mobil tank dan dia masih mau melawan padahal kakinya sudah patah sebelah, dia nggak mati dan ini juga karomah,  bukan ilmu yang dipelajari, tapi karomah yang diberikan oleh Allah kepada wali Allah (penolong agama Allah), sehingga Allah mengatakan “Jika kamu menolong Allah, Allah akan tolong kamu dan Allah akan berikan kesembuhan kepada kamu”.

Ada satu kisah yang dikisahkan oleh Syekh Abdullah Azzam, ada dua orang mujahid dari Saudi, dua-duanya anak orang kaya. “Jadi ada anggapan dari orang-orang yang ngaji tauhidnya bingung, dia menilai orang-orang yang berjihad itu orang yang tidak punya kerjaan karena miskin, coba mereka ada kerjaan nggak pergi jihad mereka”. Dua orang ini anak orang kaya dia tinggalkan dunianya, Syekh Abdullah  Azzam ini sangat cinta kepada mereka, dan keduanya ini sudah berkeluarga.

Berbulan-bulan mereka di sana, akhirnya ditanya oleh Syekh Abdullah Azzam. Apakah engkau tidak rindu dengan istri dan anakmu? Lalu dia menjawab saya bahkan sudah lupa wajah anak saya. Wajah anak sendiri sudah lupa karena sibuk dengan jihad melawan musuh. Lalu  dia bercerita, saya pernah dalam suatu malam bermimpi, dalam mimpi saya, saya melihat wajah anak saya.  Dalam mimpi itu anak saya memanggil-manggil saya, indah sekali mimpi itu, dan ketika saya terjaga dan sadar, akhirnya saya meludah ke kiri tiga kali, ini pasti setan yang mau mencoba mempengaruhi saya agar saya meninggalkan jihad. Ternyata dua pemuda itu karakternya hampir sama dan sama-sama sholeh, kemana-mana selalu bersama.

Beberapa bulan tidak bertemu, akhirnya Syekh Abdullah Azzam mendengar kabar bahwa keduanya sudah laku (syahid), mereka berdua telah dibeli kontan oleh Allah karena mereka telah berperang (berjihad) di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Mujahid dari Saudi itu banyak yang kaya, mereka tinggalkan hartanya, mereka sudah bosan dengan hartanya. Dan menurut penuturan dari pada orang yang sempat kenal keduanya, dua-duanya ini syahid dan dua-duanya ini sahabat dekat dan sama-sama memegang sunnah.

Dikisahkan bahwa dua orang yang bersahabat ini sampai di medan jihad mereka tetap bersama-sama. Ketika jasadnya dikuburkan menjelang magrib, mendadak ketika itu turun cahaya dari langit, dilihat oleh mujahidin-mujahidin, bahkan kesaksian dari temannya yang lain kedua kubur itu setiap malam senin dan malam kamis mengeluarkan cahaya. Apa keistimewaan dari dua sahabat ini? selain mereka berjihad, mereka selalu menjaga dan memegang shaum sunnah walaupun di medan jihad.

Dalam suatu hadits Rasulullah SAW bersabda “Siapa yang berpuasa di jalan Allah (fisabilillah), Allah akan jauhkan mukanya dengan neraka selama 7.000 tahun perjalanan”. Itu karomah yang terjadi, dan masih banyak kisah-kisah para mujahidin yang luar biasa.

Kisah-kisah di atas terbalik dengan keistimewaan yang datang kepada manusia melalui jin. Nah yang melalui jin ini banyak macamnya,  ada yang melalui jimat, ada yang pakai sabuk. Yang datang dari setan inilah ilmu-ilmu sesat, cuman setan pintar, diklasifikasi ada ilmu hitam dan ada ilmu putih. Ilmu hitam ini menurut setan dia itu nggak shalat, nggak puasa, tetapi yang ilmu putih, dia itu harus shalat, berzikir, harus berpuasa.

Dan ilmu hitam itu kalau dia makan kadang-kadang dia makan arang, kadang makan tulang juga, dan itu betul terjadi dalam kehidupan kita, cuman yang menolong mereka itu bukan Allah tetapi setan. Sekarang ini banyak orang yang cari ilmu begitu, tetapi dikasih syarat oleh setan, kamu harus mencari darah perawan, darah anak kecil, makanya terjadi pembunuhan, dan ada juga yang menggunakan jimat. Ada lagi yang namanya ilmu putih, dia sholat, puasa tidak melakukan maksiat, apa kelebihan dari ilmu putih?  kelebihannya macam-macam, dia bisa mendorong musuh dari jarak jauh, dan kalau ditunjuk nggak bisa bangun musuhnya, ini yang disebut budi suci (ilmu putih kata setan).

Mereka melakukan zikir dan shalat malam supaya ilmunya tambah hebat, bukan niatnya karena Allah, tetapi niatnya supaya ilmunya tambah kuat, itu ilmu sesat. Kalau ilmu itu ada dari dulu, dan diajarkan oleh Nabi, Nabi nggak perlu capek-capek ikut perang dan bawa pedang, dan nggak ada sahabat-sahabat yang mati syahid. Tetapi Nabi bawa pedang pergi berjihad sampai berdarah-darah, bahkan ada sahabat yang pedangnya bengkok karena beradu pedang dengan orang kafir. Coba kalau ilmu itu ada para sahabat nggak ada yang mati syahid. Ilmu-ilmu seperti itu kata Imam ibnu Taimiyah itu hanya ada dua, kalau dia turun kepada Nabi itu namanya mukjizat, tetapi kalau turun kepada selain dari Nabi, itu namanya karomah, dan selain dari itu semuanya sesat.

Download Mp3 Disini

Lanjutan Mp3 Download Disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s