.::KAJIAN KE ENAM BELAS: Pentolan Toghut::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim

Pada pertemuan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan pada pertemuan yang lalu yaitu tentang satu ayat dalam surat an-nahl ayat 36:

Artinya: Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas dua hal yang terkandung dalam surat An-Nahl ayat 36 yaitu beribadah kepada Allah SWT dan menjauhi thogut. Maka pada kesempatan ini saya akan melanjutkan sedikit pembahasan tentang surat ini. Karena memang pada dasarnya surat ini adalah merupakan ushul risalah, pokok risalah dan para Rasul tidak lain pekerjaanya adalah membawa risalah Allah SWT dan risalah yang terpenting yaitu yang terdapat di dalam surat An-Nahl ayat 36.

Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab menjelaskan bahwa thogut itu banyak sekali dan pentolan-pentolan thogut itu ada lima. Kita membicarakan ini bukan karena kita ingin menghina satu kelompok, satu golongan orang, satu institusi dan lain sebagainya, tetapi ini membicarakan ayat Allah, yang ayat Allah ini khususnya masalah ini hampir tidak pernah disentuh. Padahal ini adalah pokok risalah, dan semua Nabi diutus untuk ini. Dan kita sampaikan ini jangan sampai disalah pahami sebagaimana di TV-TV itu sering kita mendengar para pejabat itu ngomong yang arahnya itu selalu ditujukan kepada aktivis Islam yang katanya mentoghut-toghutkan mereka.

Bukan kita yang mentoghutkan mereka, Allah yang mentoghutkan mereka. Hanya saja mereka tidak mau belajar, tidak mau tahu, bukan kita yang mentoghutkan. Kalau tidak terima ayat itu mentoghutkan di sobek saja ayatnya kalau berani. Yang ada bahas toghutnya dicoret saja, yang ada toghutnya nggak boleh dibahas, atau usul di MUI supaya ayat yang ada toghutnya di blacklist, apa mau seperti itu? Tetapi ketika disampaikan seolah-olah katanya ada sesuatu yang dituju, ya memang tujuannya ingin menyampaikan sesuatu yang benar.

Jadi kebenaran itu harus bisa menyentuh hati manusia, bukan kebenaran namanya kalau dia turun tetapi tidak menyentuh hati manusia. Hanya saja setelah kebenaran itu turun manusia itu terbagi menjadi dua, ada yang lapang dadanya menerima kebenaran itu, itu orang yang beriman. Kemudian ada orang kafir yang tidak mau menerima kebenaran dan dadanya akan sempit seakan-akan dia sedang mendaki ke langit, dia merasa ayat itu seolah-olah memukul dia.

Kata Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab Toghut itu banyak sekali, dan pentolannya itu ada lima. Pentolan toghut diantaranya adalah:
1. Setan yang mengajak orang beribadah kepada selain Allah.

Jadi yang mengajak untuk taat, tunduk kepada selain Allah, siapapun dia, dari jenis manusia ataupun jin, maka itulah setan. Karena setan itu ingin menyesatkan semua manusia, jadi itu adalah toghut. Ketika seseorang itu beribadah kepada selain Allah, maka pada hakikatnya itu adalah menyembah toghut.

Tetapi persoalannya hari ini tidak ada orang yang merasa menyembah toghut, menyembah setan. Orang yang menyembah kuburan itu, meminta kepada kuburan, mereka itulah yang menyembah setan, tetapi kalau mereka ditanya, ente kenapa menyembah setan? Mereka pasti menjawab saya tidak pernah menyembah setan, tidak ada orang yang mau mengaku. Karena memang mereka tidak merasa, itu karena pintarnya setan menghiasi keburukan itu dengan keindahan,sehingga orang tidak merasa kalau dia sudah menyembah setan, dan memang setan ini musuh yang abadi bagi kita.

Dia bekerja dengan masa kerjanya sampai hari kiamat. Dan dia sudah bersumpah kepada Allah SWT “Demi kebesaranmu wahai Robb, sesungguhnya aku akan menganggu, menipu anak cucu adam semuanya, kecuali hamba-hambamu yang ikhlas. Dan gambaran orang yang ikhlas itu adalah orang yang terbebas dari syirik”. Itu adalah sumpahnya setan. Dan di dalam surat Al-A’raf ayat 16-17 itu lebih jelas lagi.

Artinya: Iblis mengatakan: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Maka setan ini jangan hanya dipahami hantu kuburan saja, tetapi semua yang mengajak untuk taat, tunduk, dan patuh kepada selain Allah, maka dia juga adalah toghut. Dalilnya adalah terdapat di dalam surat yasin ayat 60:

Artinya: Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan, Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

Allah memperingatkan kepada Nabi Adam, janganlah engkau menyembah setan, karena setan itu musuhmu yang nyata. Setan itulah yang menjerumuskan nenek moyang kita Adam dan Hawa, dia menipu dengan kata-kata yang indah. Bisikan setan yang menipu itu dikemas dengan kebaikan sehingga tergelincirlah mereka karena tipu daya setan itu, itu adalah toghut. Dia berasal dari jenis jin dan manusia yang selalu mengajak untuk beribadah kepada selain Allah.

2. Penguasa yang dzolim

Pentolan toghut yang kedua adalah penguasa yang dzolim yang merubah hukum-hukum Allah, maka dia adalah toghut. Siapapun dia, apapun namanya, tetapi kalau dia merubah hukum Allah maka dia adalah thoghut. Saya berikan sebuah contoh, semua orang yang berakal pasti tahu bahwa di dalam Islam orang yang berzina itu kalau mereka masih bujang itu dihukum, apa hukumannya? Dicambuk seratus kali kemudian diasingkan selama satu tahun.

Ada nggak yang seperti itu sekarang ini? Pastinya ngak ada, yang ada sekarang apa? dinikahkan, yang penting ada uang. Kemudian orang yang sudah menikah yang berzina itu hukumannya dirazam, orang yang mencuri yang sudah sampai nisabnya harus dipotong tangannya. Ini adalah hukum Allah, bahkan Rasulullah sendiri mengatakan “Demi Allah, seandainya putri saya Fatimah sendiri yang mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tangannya”.

Begitu juga pelanggaran-pelanggaran yang lain ada sanksi hukumnya dalam Islam, sampai orang yang nggak sholat ada sanksi hukumnya, orang yang melakukan riba ada sanksi hukumnya. Sekarang pertanyaannya, dari hukum-hukum tadi , kalau ada orang yang berzina ada nggak yang dirazam? Nggak ada, diganti hukum-hukum Allah ini dengan hukum-hukum buatan Belanda. Inilah thoghut itu, yaitu penguasa yang dzolim yang merubah-rubah hukum Allah.

Hari ini nggak ada orang yang berzina dirazam, nggak ada orang yang mencuri dipotong tangannya. Hari ini hukum itu sudah dirubah, hukum syar’i dirubah menjadi hukum adat, hukum syar’i dirubah menjadi hukum KUHP. Imam Ibnu Taimiyah mengatakn “Siapa yang menghalalkan apa yang sudah diharamkan oleh Allah berdasarkan ijma’ para ulama, kemudian mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah berdasarkan ijma’ para ulama, kemudian dia mengganti syariat Allah, maka orang yang demikian ini kafir murtad berdasarkan kesepakatan para fuqoha”.

Jadi murtad itu jangan hanya dipahami pindah agama saja, tetapi ketika dia tahu dan sengaja menghalalkan yang haram itu dan mengharamkan yang halal dan berani mengubah hukum syari’at maka orang ini berdasarkan fatwa dari Imam Ibnu Taimiyah maka dia telah kafir murtad berdasarkan kesepakatan para fuqoha. Sekarang pertanyaannya, zina halal nggak? Haram, tetapi sekarang tidak, zina sekarang bisa menjadi tidak haram yang penting ada lokalisasinya, apa ini nggak masuk menghalalkan yang haram ?

Judi itu haram, tetapi sekarang dilegalkan, dibuka judi besar yang namanya popa pobana, siapa yang melegalkannya? Pemimpin, penguasa. Itu sudah jelas menghalalkan yang haram atau sebaliknya sudah berani mengharamkan sesuatu yang halal. Kemudian Contoh yang lain yaitu poligami, Allah membuka ruang poligami karena Allah tahu kebutuhan hambanya, untuk menghindari zina maka Allah bukakan pintu poligami. Poligami dibolehkan dalam Islam, tetapi sekarang justru diharamkan oleh penguasa dengan UU PP 10 yang mengharamkan orang untuk berpoligami, tetapi kalau berzina itu boleh, terserah kamu. Jadi di negeri ini bukan saja yang halal diharamkan tetapi yang wajib juga sudah diharamkan. Dulu ada seorang siswi, ia sadar dengan keislamannya kemudian dia ikut pengajian, karena sadar maka dia munutup auratnya, ternyata dia dipermasalahkan di sekolahnya.

Karena apa? Umat Islam itu ingin melaksanakan keyakinannya, yang keyakinannya itu sebenarnya dilindungi, tetapi tidak boleh. Jadi bukan hanya mengharamkan yang halal, bahkan sudah mengharamkan yang diwajibkan oleh Allah. Itu adalah thoghut, yang telah mengubah hukum-hukum Allah, yang halal menjadi haram dan sebaliknya yang haram di halalkan.

Jadi siapapun orangnya tolong simak baik-baik, jangan dikira kita mengkafir-kafirkan orang, bukan, jujurlah kalau ngaji tauhid itu, sampaikan apa adanya, jangan pilih-pilih. Mengenakkan kupingnya sebagian manusia karena takut pada sebagian manusia, jangan mau ditipu. Ada sekarang ini orang belajar tauhid tetapi tauhidnya ompong, tauhidnya itu ibarat singa tapi tidak punya gigi. Syirik dibahas, tapi hanya syirik kuburan, syirik hukum tidak pernah dibahas karena takut pada penguasa. Jadi jangan sampai kita ditipu, karena permasalahan yang paling besar dalam Islam ini adalah masalah tauhid.

Itulah kebenarn menurut syekh Muhammad bin Abdul Wahhab. Pantaslah karena sikap lurus beliau ini, karena sikap tegasnya beliau, beliau pulalah yang mengobarkan api jihad bagi kaum muslimin di India untuk melawan penjajahan Inggris. Beliau yang mengumandangkan jihad di India sehingga membuat orang Inggris itu benci kepada beliau dan mereka menyebut beliau dengan Wahabbi. Jadi kalau sekarang disebutkan paham wahabbi maka konotasinya negatif, padahal wahabbi adalah paham resminya Saudi dalam masalah ubudiyahnya.

Download Mp3 Disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s