.::KAJIAN KELIMA: SYAHADAT Sebagai Jaminan Perlindungan Darah dan Harta::..

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Dimana ketika orang-orang kafir, mereka dalam keadaan kafir, kemudian pada suatu hari mereka mengucapkan kalimat syahadat ini dengan benar, maka otomatis terlindungilah darahnya, haramlah darahnya, hartanya, serta kehormatannya. Jadi tuntutan Islam pada saat itu, ketika Islam sudah jaya di Madinah, mereka ekspansi mendakwahkan Islam. Itu orang-orang kafir ditawarkan tiga pilihan.

 Adapun pilihannya adalah ;

 yang pertama,  masuk Islam.

 yang kedua, membayar jizyah dan tunduk dengan aturan Islam.

Kalau tidak mau masuk Islam, silahkan agamamu kafir, tetapi harus tunduk di bawah kekuasaan Islam atau daulah Islam, dengan membayar pajak. Inilah yang disebut dengan kafir dzimmi, yaitu orang kafir yang hidup di bawah kekuasaan Islam, dengan membayar pajak atau jizyah. Kalau dia sudah bayar pajak, walaupun agamanya kafir, maka terlindungilah darah, harta, dan kehormatannya, selama dia bayar pajak di bawah pemerintahan Islam.

 yang ketiga, diperangi.

Kalau tidak mau memilih kedua-duanya, maka diperangi. Ini kalau kita buka sejarah, pasti seperti itu. Tetapi kita sekarang ini sudah jadi muslim dzimmi. Sudah bayar zakat, bayar pajak lagi. Inilah keadaan kita hari ini. Maka fungsi syahadat yang ke-empat yang dijelaskan oleh para ulama, adalah sebagai jaminan perlindungan darah, harta, dan kehormatan.

Rasulullah SAW bersabda: “Aku diperintahkan oleh Allah untuk memerangi manusia, sampai dia mengucapkan Laailaahaillallah, jika dia sudah mengucapkan kalimat Laailaahaillallah, maka terjagalah dariku, terlindungilah dariku, harta, jiwa, dan kehormatannya kecuali dengan hak Allah” (Muttafaq ‘alaih).

Kecuali kalau dia melanggar aturan-aturan Islam, itu haknya dia untuk diperangi, jadi itu dalilnya. Jika orang kafir sudah mengucapkan ini , maka tidak boleh diperangi, dan harus dilindungi darah dan hartanya.  Ini fungsi dari kalimat Laailaahaillallah yang keempat. Jadi dia kafir, kemudian dia mendengar Islam, mendengar dakwah Islam. Dan ketika dia sudah mengucapkan Laailaaha illallaah, maka dia tidak boleh diperangi, terjagalah darah dan kehormatannya.

Tetapi, ada dalil lain, bahwa mengucapkan saja belum cukup untuk bisa menjamin darah dan hartanya, untuk tidak diperangi. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mengucapkan kalimat Laailaahaillallah dan mengingkari apa-apa yang disembah, ditaati selain Allah, maka haramlah darah dan hartanya, dan perhitungannya itu menjadi hak Allah”.

 Maksudnya, kalau dia sudah mengucapkan Laailaaha illallaah, dan dia mengingkari apa-apa sesembahan selain Allah, maka haram harta dan darahnya, adapun apa yang ada di dalam hatinya itu urusan Allah. Ternyata mengucapkan kalimat Laailaaha illallah saja tidak cukup untuk menjamin seseorang itu terjaga harta dan darahnya, kecuali dia harus mengingkari apa yang disembah selain Allah. Dalilnya jelas, haditsnya jelas.

Ini diterangkan dengan sangat jelas di dalam kitab Fathul Majid, kitab induknya tauhid dari pada Syekh Muhammad bin Abdul Wahab, yang disyarah oleh Allamah Abdurrahman Hasan Alu Ass Syaikh. Ketika menjelaskan bab syarat syahadat, syarat tauhid dan kalimat syahadat. Dalam bab itu dijelaskan haditsnya,

Bagaimana penjelasannya? Bahwa Syekh Abdurrahman Hasan Alu Ass-Syaikh, beliau mengatakan tentang hadits ini, dengan kita  mengetahui ini, maka tahulah kita arti yang sebenarnya. Dan ada sebagian orang yang menyembunyikan kebenaran ini, tidak berani di terangkan.

Penjelasan di sana tentang hadits itu mengatakan bahwa, “Seseorang yang mengucapkan Laailaahaillallah, dia memahami isinya, mengetahui maknanya, meyakini kebenarannya, serta dia kalau berdoa, tidak berdoa kepada selain Allah, karena Allah itu yang berhak disembah. Dan itu belum cukup untuk bisa menjamin darah dan hartanya, kecuali dia harus melakukan satu perbuatan. Apa perbuatan itu ? Dia harus kafir, harus mengingkari apa-apa yang disembah selain Allah. jika dia ragu tentang ini, atau tidak melaksanakan untuk mengkafiri apa-apa yang disembah selain Allah, maka tidak terjaminlah darah dan hartanya”. Silahkan periksa kitab Fathul Majid ketika menjelaskan syarat tauhid dan kalimat syahadat.

Pembahasan ini disembunyikan oleh orang-orang, terutama yang mengaku ahlu tauhid, mengerti tauhid.. Mereka mengatakan tidak boleh memerangi orang yang mengucapkan Laailaaha illallaah. Di Afganistan terjadi perang saudara sesama Islam. Jadi orang-orang yang mengaku bermanhaj salaf ini mengkritik para mujahidin Afganistan. Di Afganistan dari tahun 1978 sampai tahun 1992, perang 14 tahun melawan rusia. Umat Islam itu berperang melawan orang Afganistan yang tunduk kepada seorang penguasa yang bernama Najibullah. Najibullah ini dia berpaham komunis, dia hendak mengkomuniskan orang-orang Islam Afganistan, Dia ini bonekanya Rusia. Karena komunis ini mengarah pada satu titik, yaitu mengingkari adanya Allah dan adanya agama. Orang-orang Afganistan ini di tekan oleh Najibullah untuk taat kepadanya, yang tidak mau diperangi. Kemudian yang dipakai siapa? polisi dan tentara-tentara Islam Afganistan yang sudah tunduk kepada Najibullah.

Akhirnya muncullah kesadaran ummat, saya akan menjelaskan tentang syubhat, sesuatu yang disembunyikan oleh orang-orang pada hari ini. Kemudian muncullah tujuh tokoh ketika itu yang menggerakkan perlawanan menentang Najibullah, Kita pernah dengar nama Prof. Abdul Rasul Sayyaf, Ir Hikmatiar, Prof Burhanuddin Robbani,Itu bukan orang-orang bodoh, bukan tamat SD, tetapi alumni Madinah, professor lagi. Mereka-mereka itulah yang menyadarkan kaum muslim Afganistan  untuk berperang melawan orang-orang komunis.

Setelah itu, manusia di Afganistan, sebagian mau mengikuti Najibullah, dan sebagiannya menolak. Yang menolak inilah yang ditindas. Kemudian Rusia masuk, saat itu  masih bernama Uni Soviet. Mereka masuk menginvasi Afganistan, kemudian umat semakin menjadi susah. Maka tujuh orang inilah yang mengetukkan api jihad yang pertama. Tetapi oleh orang-orang yang giginya sudah dicopot, taringnya sudah dilepaskan oleh penguasa, mereka berfatwa

Itu bagaimana perang sesama Islam, pemberontak katanya”,

Itu kata-kata orang yang mengaku bermanhaj salaf ini. Itu terjadi perang saudara, pemberontak mereka itu, memerangi pemerintah. Najibullah itu Islam, sudah mengucapkan syahadat, dia bersyahadat kok diperangi, perang saudara katanya. Sampai-sampai orang-orang yang seperti itu, ulama mereka juga tidak mau memanggil orang-orang Islam yang mau melawan komunis itu dengan sebutan Mujahidin, malah mereka dipanggil pemberontak. Sementara orang Rusia atau Soviet sendiri, memanggil orang-orang yang berjuang ketika itu dengan panggilan Mujahidin.

Sampai-sampai ketika Syekh Sayyaf  berkunjung ke Kuwait  mencari dana untuk jihad. Amir-amirnya Kuwait lari semua ke Eropa, tidak mau mendukung, sampai-sampai Syekh Sayyaf marah ketika itu. Dia berbicara kepada salah seorang anak amir Kuwait, kasih tahu bapakmu kalau bapakmu pulang. Andaikata yang datang hari ini pemain sepak bola terkenal, pasti akan disambut dengan sambutan yang luar biasa, tetapi yang datang hari ini adalah orang Afganistan yang berjihad, kalian lari tidak mau membantu.

Nah, mengapa mereka mengangkat jihad? Mereka mengangkat jihad karena diajak untuk kafir.  Itulah syubhat yang ditanamkan, “Bagaimana diperangi, tentaranya Najibullah itu kan sholat, Najibulah itukan ucap syahadat”. Itu adalah sebuah syubhat atau kerancuan yang dilemparkan oleh murji’ah modern.

Dan syubhat itu akhirnya terbantahkan, fatwa yang dikemukakan oleh Imam Ibnu Taimiyah. Ketika beliau menceritakan tentang bangsa Tartar pimpinan Jenghiskan. Jenghiskan itu ketika menyerang kaum muslimu, dia menguasai sebagian tanah-tanah Islam. Umat Islam banyak dibantai, kemudian sebagiannya dibiarkan hidup. yang dibiarkan hidup sebagian ini adalah yang sudah tunduk kepada Jenghiskan. Maka ketika itu di dalam pemerintahannya Jenghiskan ini, ada juga orang Islam. Maka dia membuat sebuah aturan yang dijadikan undang-undang, yaitu aturan yang diambil dari syariat yahudi, aturan nasrani, dicampur dengan aturan Islam, dan  akal, hasil otak-atiknya Jenghiskan dan antek-anteknya, kemudian dijadikan satu kitab undang-undang yang bernama Ilyasik.

Dan ketika itu, umat Islam yang sebagian akidahnya tidak mau tercemar, mereka tidak mau taat kepada aturan itu, sehingga mereka mengangkat jihad. Saat itu khalifahnya tidak ada.

Ini adalah termasuk syubhat yang ditanamkan oleh mereka, “Bagaimana kaum muslimin berjihad di negeri Islam, sekarang tidak ada khalifah, tidak boleh.

Saat itu  tidak ada khalifah, masa kekosongan khalifah. Maka dua ulama  yang mengobarkan api jihad. siapa dia? Imam Ibnu Taimiyah, dan Imam Al-Izz bin Abdissalam. Dua ulama inilah yang menyadarkan umat Islam untuk melawan Jenghiskan, dan perang itulah yang terkenal dengan perang ‘Ain jalut.

Ada juga orang yang berpendapat, kenapa tidak mau tunduk kepada pemerintah, padahal saat itu ada orang Islam, dan undang-undang Islam masih jalan. Kemudian ditentang oleh Imam Ibnu Taimiyah, “Kalau kalian melihat saya saat itu berada di barisan tentaranya Jenghiskan, sementara di kepala saya ini ada mushaf Al-Qur’an, maka bunuhlah saya.” Jadi Jenghiskan menerapkan aturan yang mencampur aduk antara yang hak dan batil. Mencampur aduk aturan Islam dengan aturan-aturan kafir.

Orang-orang murji’ah modern ini melemparkan syubhat, umat Islam yang berjihad di mana-mana pada hari ini batil katanya. Itu tidak boleh, karena belum ada khalifah. Kemudian syubhat mereka yang mengatakan orang yang mengucapkan Laailaahaillallah tidak boleh diperangi. Itu terbantah dengan fatwa yang disampaikan oleh Imam Ibnu Taimiyah yang menceritakan tentang bangsa Tartar tadi.

Kemudian terbantahkan pula syubhatnya mereka yang mengatakan, yang penting orang itu shalat, syahadat, jadi harus taat, walaupun undang-undangnya batil. Allah SWT berfirman di dalam surat Almaidah: 50

Artinya: Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS. Almaidah:50)

Hukum jahiliah adalah hukum yang dibuat oleh akal manusia. Jadi hukum buatan akal manusia mempunyai nilai hukum jahiliah. Imam Ibnu katsir, ketika menjelaskan ayat ini, termasuk ayat ini kena dengan peristiwanya Tartar tadi, yang ketika Tartar Jenghiskan yang dilanjutkan oleh anak cucunya. Mereka membuat undang-undang yang namanya ilyasik. Undang-undang yahudi, nasrani, Islam, dan yang dicampur dengan akal-akalnya manusia. Kemudian dijadikan satu aturan, undang-undang. Kata Ibnu Katsir, berdasarkan ayat ini, undang-undang itu kafir.

Jadi jangan menganggap ada sebagian orang mengkafir-kafirkan orang yang tidak mau berhukum dengan hukum Allah. Bukan kita yang mengkafirkannya, Allah yang mengkafirkannya, ulama yang mengkafirkannya. Tidak boleh kita mengkafirkan orang tanpa sebab, itu bisa kafir kita. Tetapi ketika Allah dan Rasulnya mengkafirkan dan menjelaskan itu kafir, masa kita harus sembunyikan kalau itu kafir. Padahal undang-undang itu masih ada Islamnya. Lantas bagaimana dengan undang-undang yang murni buatan Belanda pada hari ini.? Apa tidak lebih kafir lagi.

Kemudian kata Ibnu Katsir, orang-orang yang berpegang pada undang-undang ilyasik itu kafir, wajib di perangi. Tetapi mereka kok menyalahkan orang-orang yang memerangi orang kafir di Afganistan. Orang rusia itu kafir, dan diperangi oleh orang Islam, malah mereka menyalahkan orang Islam, orang kafirnya dibela. Lantas bagaimana dengan konsekuensi dari syahadat tadi. Syaratnya tidak cukup dia mengucapkan, membenarkan juga tidak cukup, meyakinipun tidak cukup, sebelum dia mengingkari apa-apa yang ditaati selain Allah.

Nah, itulah syubhat yang hari ini ditiupkan oleh murji’ah modern, jadi hati-hatilah kita. Yaa memang betul mereka bicara tauhid, tetapi ada hal-hal yang tidak disampaikan karena kepentingan-kepentingan maslahatnya mereka. Jadi berdasarkan Surat Al-Maidah ayat 50 ini, kata Ibnu Katsir, aturan Jenghiskan, kitab iIyasik itu kafir, dan orang yang berpegang padanya kafir. Wajib diperangi, sampai dia mau kembali kepada undang-undang Allah dan Rasulnya, dan tidak berhukum sedikitpun diluar undang-undang Allah dan Rasul. Inilah yang perlu kita pahami. Jadi Laailaaha illallah itu bukan hanya ucapan, karena itu merupakan satu akidah kita, maka kita perlu mengetahui apa saja tuntutan-tuntutannya.

Download Mp3 Disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s