.::KAJIAN KE EMPAT PULUH SATU: Hadits Tentang Orang Yang Berakal::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita, dan kita akan membahas tentang hadits-hadits Rasul. Hadits ini terdapat dalam kitab Sunan At-Tirmidzi, derajat hadisnya Hasan. Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat Rasulullah yang bernama Saddad bin Aus bin Tsabit.

Tsabbat bin Aus dalam biografinya mengisahkan ia terkenal seorang sahabat yang ahli zuhud, terkenal juga sebagai seorang sahabat yang penyabar, penyantun, itulah kelebihannya. Dia juga adalah merupakan sahabat dari kalangan Madinah, serta merupakan keponakan dari seorang sahabat besar yang bernama Hasan bin Tsabit.

Sahabat ini adalah seorang sahabat yang juga terkenal sebagai seorang ahli syair, karena memang di zaman Rasulullah musyrikin Quraisy itu sangat mengagungkan syair. Kalau orang ketika itu bisa syair, maka derajatnya tinggi dan mereka punya kedudukan yang terhormat di kalangan Quraisy. Maka beliau ini adalah seorang penyairnya Rasulullah. Continue reading

.::KAJIAN KE EMPAT PULUH: Hadits Tentang Keselamatan::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang kajian Hadits-Hadits Rasul. Pada kesempatan ini kita akan mengkaji sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Uqbah bin Amir. Hadits ini terdapat dalam kitab Sunan Tirmidzi, dengan derajat hadits hasan.

Beliau ini adalah sahabat besar yang berhijrah ke Madinah. Beliau terkenal sebagai seorang pemanah ulung, dia juga terkenal sebagai seorang sahabat yang mempunyai suara yang sangat merdu, sehingga Umar bin Khotthob pernah meminta Uqbah bin Amir untuk membacakan Al-Quran ketika beliau menjabat sebagai khalifah, sampai-sampai Khalifah Umar menangis tersedu-sedu mendengar bacaan dari beliau ini. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH SEMBILAN: Kajian Hadits Tentang Tiga Golongan Yang Tidak Dilihat Oleh Allah::.

Oleh: Ust. Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pengajian kita, dan kita masih akan mengkaji tentang hadits-hadits Rasulullah. Pada kesempatan ini kita akan mengkaji sebuah hadits, hadits ini terdapat dalam kitab Shahih Muslim dan disyarah oleh Imam Nawawi dengan kedudukan Hadits shahih.

Hadits ini diriwayatkan oleh seorang sahabat Rasul yang bernama Junduh bin Junadah atau yang lebih dikenal dengan Abu Dzar Al-Ghifari. Abu Dzar Al-Ghifari ini adalah seorang yang bermukim di sebuah perkampungan yakni bani Ghiffar. Ketika berita tentang Islam itu sampai kepada Abu Dzar yang ketika itu dia terkenal sebagai seorang yang taat beribadah, tentunya dalam agamanya, yaitu masih dalam kemusyrikan, maka dia tidak membuang waktu, cepat-cepat dia datang ke Makkah dan ingin bertemu dengan Nabi. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH DELAPAN: Kajian Hadits Tentang Tiga Penghuni Syurga::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang materi kajian Hadits. Hadits ini terdapat di dalam kitab Shahih Muslim yang telah di syarah oleh Imam An-Nawawi Rahimahulloh, dan derajat haditsnya shahih.
Hadits yang akan kita bahas ini adalah tentang tiga penghuni syurga. Rasulullah SAW bersabda ahli syurga itu ada tiga:

1. Orang yang mempunyai kekuasaan.
Kita sering mendengar banyak ungkapan dari para salaf, karena yang namanya kekuasaan itu sangat mereka takuti. Bahkan mereka hendak lari dari yang namanya kekuasaan, sehingga mereka mengatakan hindarilah pintu-pintu penguasa. Tetapi dalam hadits ini justru Rasulullah mengatakan kelompok pertama yang akan masuk syurga adalah orang yang mempunyai kekuasaan. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH TUJUH: Riddah (Murtad)::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang pembatal keislaman, dan sekarang memasuki pembatal keislaman yang ke empat yaitu Riddah (Murtad).

Riddah (Murtad) artinya adalah kembali ke belakang, tetapi makna sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama adalah kembali kafir setelah beriman. Perbuatannya disebut Riddah, dan pelakunya disebut Murtad.
Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan bahwa Riddah itu terbagi menjadi tiga bagian, di antaranya: Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH ENAM: Nifak Amali::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Nifak. Dan sekarang kita akan memasuki Nifak Asghor, Nifak kecil, Nifak ‘Amali. Yaitu orang-orang yang melakukan perbuatan orang-orang munafik, tetapi dia masih tetap dalam keimanan. Maka dari beberapa penjelasan ini, adapun perbuatan-perbuatan orang-orang munafik yang kalau umat Islam melakukannya maka dia terkena dengan Nifak Asghor.

Adapun perbuatan yang tergolong dalam Nifak Asghor adalah:
1. Kalau berbicara dia berdusta.
2. Kalau berjanji dia tidak tepati.
3. Kalau diberi amanat dia menghianati. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH LIMA: Pembatal Syahadat 6::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Nifak I’tiqodi (Nifak Akbar).

Nifak I’tiqodi yang ketiga adalah:

3. Membenci Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman didalam surat Al-Munafiqun ayat 7:

Artinya:

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): “Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. (QS. Al-Munafiqun: 7) Continue reading