.::KAJIAN KETIGA: Kuatnya keislaman tergantung bagaimana memahami kalimat LAAILAAHAILLALLAH::.

Ustadz. Abdul Hakim

Panjang memang, karena dari apa yang saya baca dari materi-materi syahadat ini, perlu untuk disampaikan tentang betapa besar pengaruh sahadat. Sehingga dengan memberikan gambaran yang cukup jelas, taulah kita betapa pentingnya kalimat tauhid. Dan kalimat Laailaahaillallah, yang dengan kalimat itulah Rasulullah menjayakan Islam. Sebagaimana Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan bahwa “ Kuatnya keislaman seseorang tergantung sungguh kuat akidahnya, dan kuatnya akidah seseorang tergantung sungguh bagaimana seseorang memahami kalimat tauhid LAAILAHAAILLALLAH”.

Maknanya kalimat tauhid inilah yang membuat akidah seseorang itu kuat, yaitu satu persaksian kalimat ASHADUALLAILAAHAILLALLAH WA’ASHADUANNA MUHAMMADARRASULULLAH, yang hari ini ma’af-ma’af, kalimat ini hanya sebatas sebuah untaian-untaian dzikir yang tanpa mempunyai pengaruh yang membekas. Sementara dari dua penjelasan yang lalu, saya sengaja menjelaskan pengaruh dari kalimat syahadat, pengaruh kalimat tauhid. Betapa bedanya Laailaahaillallah ketika di zaman awal nabi dan para sahabat, dengan Laailaahaillallah yang diucapkan oleh orang-orang pada hari ini. Sehingga karena kalimat tauhid itu manusia terbagi menjadi dua, masyarakat, umat akan terbagi dua, dan dengan kalimat tauhid itu jelas kufur dan iman.

Dengan kalimat Laailaahaillallah itu akan mencabik-cabik hubungan, hubungan darah bisa terputus kalau Laailahaillallahnya tidak sama, kalau akidahnya beda. Karena Islam ini dibangun bukan berdasar ikatan darah, tetapi dibangun diatas persamaan akidah, yang  akidah itu berdiri di atas kalimat Laailaahaillallah. Sehingga karenanya kita dapati, betapa banyak para sahabat yang bapak dan anak, ibu dan anak, suami dan istri, mereka pisah karena kalimat Laailaahaillallah. Dan kalimat inilah yang memisahkan hubungan. Sehingga yang ada  hubungan kedekatan, keterikatan, kecintaan yang dibangun di atas kalimat Laailaahaillallah, yaitu diatas kecintaan karena Allah, hanya itu yang ada.

Luar biasa, coba kalau rajin-rajin kita buka sejarah, pasti kita akan mendapati itu. Bagaimana pengaruh kalimat Laailaahaillallah. Yang ada setelah kalimat Laailaahaillallah itu ditanamkan, hubungan yang dibangun, kecintaan yang tumbuh diatas kalimat tauhid, cinta karena Allah bukan karena darah. Maka ada satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dimana Rasulullah SAW bersabda “ Dihari kiamat Allah SWT berfirman “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena kebesaranku, aku akan memberikan naungan pada hari ini, yang dimana pada hari ini tidak ada naungan selain dari pada naunganku”.(H.R.Muslim).

Dihari kiamat dimana manusia dikumpulkan di satu tempat yang bernama padang mahsyar,”ini menyangkut perkara yang ghaib, yang wajib kita percayai, adanya hari kebangkitan, ini rukun iman, wajib kita percaya”. Manusia dikumpulkan untuk dihisab, di satu padang, ketika itu digambarkan dalam hadits Qudsi, “ini kita harus yakin, karena ini adalah perkara yang ghaib, akal ini tidak bisa menjangkau, jauh diluar kepala”. Manusia dikumpulkan disatu padang, yang ketika itu, dari manusia pertama sampai manusia terakhir berada di tempat itu.

Di gambarkan matahari letaknya sangat dekat, sekarang ini letak matahari juta’an kilo jauhnya dari kita, sedikit panasnya kita sudah gerah. Digambarkan matahari letaknya sangat dekat, sampai-sampai semua manusia berkeringat. Ada  yang  keringatnya sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai perutnya, bahkan ada yang  sampai tenggelam oleh keringatnya. Manusia dikumpulkan semua, mereka sudah luar biasa keadaannya, dan sampai-sampai pada saat itu manusia dikumpulkan dalam keadaan telanjang.

Ketika Rasul menyampaikan berita ini kepada istrinya Aisyah, bahwa nanti manusia akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang. Aisyah merasa kaget, berteriak seraya bertanya, ya Rasul apakah kita dalam keadaan telanjang? betapa malunya ya Rasulullah, kita sama lain saling melihat. Kemudian Rasul menjawab, ya Aisyah, tidak ada waktu lagi bagi manusia saling memperhatikan aurat orang lain, yang ada ketika itu, orang berpikir dia selamat atau celaka. Sudak nggak sempat memperhatikan aurat orang lain. Aisyaih berteriak karena malu, memang istri nabi ini orangnya sangat pemalu.

Kemudian di dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Ada sekelompok diantara hamba Allah, yang mereka itu bukan para nabi, bukan juga para shuhada, tetapi nanti pada hari kiamat para nabi dan para shuhada itu akan iri kepada mereka. Sampai-sampai para nabi dan para shuhada iri, terkagum-kagum, dan sangat berharap ingin mendapatkan kedudukan seperti mereka disisi Allah. Kemudian para sahabat bertanya: Ya Rasulullah beritakan kabarnya siapakah mereka itu? kemudian Rasul mengatakan: mereka itu adalah orang yang saling mencintai karena Allah, bukan karena pertalian saudara diantara mereka, bukan pula karena harta yang mereka saling perebutkan, tetapi mereka itulah orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Demi Allah wajah mereka itu dipenuhi cahaya, dan mereka berada diatas cahaya, orang-orang itu tidak takut disaat orang lain takut, tidak cemas disaat yang lain cemas.(H.R. Muslim).

 Kemudian Rasul membacakan surat Yunus ayat 62

Artinya:

Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Ternyata yang dimaksud oleh hadits diatas adalah wali-wali Allah, penolong-penolong agama Allah, yang tidak pernah bertemu Rasul, tidak pernah melihat Rasul, dan mereka saling kasih mengasihi, saling sayang-menyayangi, saling mencintai bukan karena uang, bukan karena saudara, bukan karena jabatan, bukan karena ikatan saudara diantara mereka. Tetapi mereka bertemu karena Allah, berpisah karena Allah, berbuatnya karena Allah, saling berkasih sayang karena Allah dan mereka membela agama Allah, siapa mereka? mereka itu adalah wali-wali Allah.

Kita ini bisa jadi wali-waliAllah, kalau kita mau membela agama Allah, ikhlas karena Allah, “Kita juga bisa jadi wali Allah”. Bukan wali Allah itu seperti yang digambarkan orang-orang saat ini, pake jubah putih, jenggotnya panjang, bisa jalan diatas air. Ada juga yang menyatakan wali Allah itu bisa terbang, sholatnya di Makkah, kalau  bisa terbang kecoa juga bisa. Para Nabi, sahabat, syuhada, iri terhadap kedudukan mereka. Ternyata mereka itu wali-walinya Allah, pembela-pembela, penolong-penolong agama Alah, dan mereka berada di dalam jaminan Allah, apa itu jaminannya? “Tidak ada ketakutan kepada mereka dan mereka tidak pula bersedih hati, di dunia lebih-lebih di akhirat”.

Tinggal kita pilih, mau jadi wali Allah atau wali syetan, penolong agama Allah atau penolong syetan, kalau penolong syetan nanti akan ketemu syetan di akhirat, kalau jadi penolong agama Allah, insya Allah nanti akan melihat wajah Allah. Tapi kalau jadi penolong syetan, nanti di neraka akan bertemu  dengan syetan. Itu sebagian gambaran, betapa luar biasanya pengaruh kalimat tauhid Laailaahaillallah. Maka oleh karena itu saya memberikan pengantar ini, mudah-mudahan dengan ini ada gambaran begitu hebatnya kalimat Laailaahaillallah.

Yang akan kita bicarakan nanti adalah fungsi dan pengaruh dan kalimat Laailaahaillallah, rukun syahadat, sarat syahadat, dan pembatal sahadat. Seperti itulah kalimat tauhid, mempunyai pengaruh yang cukup sekali dibaca langsung merubah keadaan. Hari ini kalimat tauhid ini di dzikirkan beribu-ribu kali dengan goyangan kepala yang luar biasa, tetapi tidak ada pengaruh, karena mereka nggak tau apa itu kalimat Laailaahaillallah. Inilah pintarnya orang-orang kafir dalam rangka menipu orang Islam. Ini saya bukan mengada-ngada, coba saja cek di sekolah-sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, ada nggak diajarkan kalimat tauhid, apa itu Laailaahaillallah, coba carikan, pasti nggak ada.

Maka pantas Islam itu seperti hari ini, padahal itu merupakan suatu kekuatan akidah. Dan ketika ada orang yang mulai kembali menghidupkan akidah yang benar “bahaya itu, bahaya kata setan”. Ini bukan mengada-ngada, setan-setan pasti pada takut. Setan ketakutan, setan kepala botak, setan gondrong, takut semua,  “Bahaya itu”, kalau orang-orang sudah pada mulai tau tauhid. Makanya tauhid selama ini tidak diajarkan, kalau shalat itu sangat detail sekali, ada rukun shalat, sarat sahnya shalat, pembatal shalat. Tetapi sahadat, tau artinya tiada tuhan selain Allah mulai dati taman TK sampai tua tidak berubah-berubah, padahal Allah itu bukan tuhan tetapi robb, illah.

Adapun fungsi syahadat ialah:

1. Pembeda antara iman dan kafir.

Ketika Bilal itu bersyahadat, Bilal dia awalnya adalah orang yang hina, dia menjadi budak dan dijual berapapun oleh tuannya dia tidak berdaya. Tetapi ketika bilal itu bersahadat, karena pengaruh Laailaahaillallah, orang yang tadinya tertunduk dan ditindas batu, begitu mendengar kalimat Laalaahaillallah dia angkat mukanya didepan tuannya. Dan orang sekarang ini ribuan kali mengucap kalimat Laailaahaillallah, sama setan saja takut, mau ikut pengajian saja takut, gimana ini, kayak nggak mati saja. Dikira mati karena pengajian, dikira mati karena Islam, “bukan”, nggak berislam dengan baik, nggak ikut pengajian, pasti mati juga, malah lebih sengsara.

Tidak usah takut, karena kita ini bersama Allah, kematian itu satu kepastian, ngaji ngak ngaji, berislam baik atau buruk, pasti mati juga. Karena kita tidak bisa lari dari kematian, tinggal pilih pake akal sehat, mau mati diatas Islam yang benar, dalam keadaan Islam, ingin belajar terus, atau mau mati dengan sekedar-kedarnya Islam. Apasih perintahnya Allah kepada kita? ” Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa”, Didalam ayat ini Allah memerintahkan untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa, tetapi yang ada sekarang ini adalah sekedar-kedarnya takwa.

Disuruh sebenar-benarnya takwa, tetapi hari ini orang lebih memilih sebenar-benarnya takwa. Giliran Islam disuruh yang sedang-sedang saja, cari istri maunya paling cantik, cari uang maunya paling banyak, bangun rumah maunya paling indah, tetapi giliran berislam maunya yang sedang-sedang saja, manusia macam apa ini. Inilah kenyataan yang ada pada hari ini. Yang dipilih oleh orang Islam sekarang ini adalah aliran yang sedang-sedang saja, giliran dunia tidak ada istrahat untuk mencarinya, tetapi giliran akhirat,yang ada, yang sedang-sedang saja, manusia macam apa ini, ini tidak adil.

 2. Syarat mutlak masuk jannah

Orang mau masuk Islam, pintunya harus melalui sahadat. Nggak sah orang dari kafir dia langsung shalat, ya batal nggak diterima, pintunya harus melalui syahadat. Maka ulama mengatakan fungsi syahadat ialah sarat mutlak masuk jannah. Jika orang bersyahadat ikhlas karena Allah, dia paham apa itu Laailaahaillallah, dan kemudian diamalkan, Insya Allah ada jaminan masuk syurga, selama tidak berbuat syirik kepada Allah. Sebagaimana Rasul bersabda “Ada dua hal yang mewajibkan, siapa yang mati dalam keadaan syirik kepada Allah, wajib masuk neraka, siapa yang mati dalam keadaan tidak menserikatkan Allah, maka wajib masuk syurga”.

Download Mp3 Disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s