.::KAJIAN KE TIGAPULUH TUJUH: Riddah (Murtad)::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang pembatal keislaman, dan sekarang memasuki pembatal keislaman yang ke empat yaitu Riddah (Murtad).

Riddah (Murtad) artinya adalah kembali ke belakang, tetapi makna sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama adalah kembali kafir setelah beriman. Perbuatannya disebut Riddah, dan pelakunya disebut Murtad.
Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan bahwa Riddah itu terbagi menjadi tiga bagian, di antaranya: Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH ENAM: Nifak Amali::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Nifak. Dan sekarang kita akan memasuki Nifak Asghor, Nifak kecil, Nifak ‘Amali. Yaitu orang-orang yang melakukan perbuatan orang-orang munafik, tetapi dia masih tetap dalam keimanan. Maka dari beberapa penjelasan ini, adapun perbuatan-perbuatan orang-orang munafik yang kalau umat Islam melakukannya maka dia terkena dengan Nifak Asghor.

Adapun perbuatan yang tergolong dalam Nifak Asghor adalah:
1. Kalau berbicara dia berdusta.
2. Kalau berjanji dia tidak tepati.
3. Kalau diberi amanat dia menghianati. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH LIMA: Pembatal Syahadat 6::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Nifak I’tiqodi (Nifak Akbar).

Nifak I’tiqodi yang ketiga adalah:

3. Membenci Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman didalam surat Al-Munafiqun ayat 7:

Artinya:

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): “Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. (QS. Al-Munafiqun: 7) Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH EMPAT: Pembatal Syahadat 5::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Pembatal Keislaman, dan sekarang akan memasuki pembahasan tentang Kufur Asghar, kufur kecil (Kufur Amali). Pelakunya tidak dihukum atau divonis keluar dari millah, tidak sebagaimana Kufur Akbar

Ada beberapa contoh diantaranya adalah dosa-dosa besar yang oleh Allah pelakunya dihukumi sebagai kafir, tetapi tidak keluar dari millah. Contohnya adalah kufur nikmat, ini adalah kekafiran, dihukumi dosa besar, tetapi tergolong dalam kufur asghar. Kemudian contoh yang lain adalah membunuh sesama muslim dengan sengaja. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH TIGA: Pembatal Syahadat 4::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang Pembatal Keislaman. Dan sekarang kita akan memasuki pembahasan tentang Pembatal Keislaman yang kedua yaitu Kekafiran. Kafir ini dibagi menjadi dua yaitu Kufur Akbar dan Kufur Ashgor. Kufur Akbar dibagi menjadi lima, diantaranya adalah:
1. Kufur Takjib.
2. Kufur Iba wal istikbar
3. Kufur I’rad
4. Kufur syak
5. Kufur Nifak

Sekarang kita akan membahas tentang kufur Akbar yang ketiga.

3. Kufur I’rad
I’rad artinya berpaling, dalam penjelasannya kufur I’rad ini dia sama sekali tidak mau tahu, betul-betul berpaling dari Allah SWT. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH DUA: Pembatal Syahadat 3::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang syirik Akbar. Kemarin kita membahas dalil yang terdapat pada Surat Huud ayat 14-15, dimana Allah mengambarkan orang yang iradahnya hanya dunia, keinginanya hanya dunia. Karena manusia itu terbagi menjadi dua, ada orang yang iradahnya semata-mata untuk dunia, dan ada orang yang iradahnya itu adalah akhirat.

Jadi yang dimaksud syirik yang kedua ini adalah orang yang iradahnya hanya dunia, hidupnya hanya berpikir untuk dunia, semua kehidupannya tercurah hanya untuk dunia, tidak pernah berpikir untuk akhirat, karena yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana bisa senang di atas dunia. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH SATU: Pembatal Syahadat 2::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Pembatal Ke-Islaman atau Pembatal Syahadat. Kemarin kita sudah membahas tentang syirik Akbar yang pertama yaitu syirik do’a.
Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita dengan menerangkan dalil-dalil tentang masalah kesyirikan ini. Allah SWT berfirman di dalam surah An-Nisa ayat48:

Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. Continue reading