.::KAJIAN KE TIGAPULUH EMPAT: Pembatal Syahadat 5::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Pembatal Keislaman, dan sekarang akan memasuki pembahasan tentang Kufur Asghar, kufur kecil (Kufur Amali). Pelakunya tidak dihukum atau divonis keluar dari millah, tidak sebagaimana Kufur Akbar

Ada beberapa contoh diantaranya adalah dosa-dosa besar yang oleh Allah pelakunya dihukumi sebagai kafir, tetapi tidak keluar dari millah. Contohnya adalah kufur nikmat, ini adalah kekafiran, dihukumi dosa besar, tetapi tergolong dalam kufur asghar. Kemudian contoh yang lain adalah membunuh sesama muslim dengan sengaja. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH TIGA: Pembatal Syahadat 4::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang Pembatal Keislaman. Dan sekarang kita akan memasuki pembahasan tentang Pembatal Keislaman yang kedua yaitu Kekafiran. Kafir ini dibagi menjadi dua yaitu Kufur Akbar dan Kufur Ashgor. Kufur Akbar dibagi menjadi lima, diantaranya adalah:
1. Kufur Takjib.
2. Kufur Iba wal istikbar
3. Kufur I’rad
4. Kufur syak
5. Kufur Nifak

Sekarang kita akan membahas tentang kufur Akbar yang ketiga.

3. Kufur I’rad
I’rad artinya berpaling, dalam penjelasannya kufur I’rad ini dia sama sekali tidak mau tahu, betul-betul berpaling dari Allah SWT. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH DUA: Pembatal Syahadat 3::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang syirik Akbar. Kemarin kita membahas dalil yang terdapat pada Surat Huud ayat 14-15, dimana Allah mengambarkan orang yang iradahnya hanya dunia, keinginanya hanya dunia. Karena manusia itu terbagi menjadi dua, ada orang yang iradahnya semata-mata untuk dunia, dan ada orang yang iradahnya itu adalah akhirat.

Jadi yang dimaksud syirik yang kedua ini adalah orang yang iradahnya hanya dunia, hidupnya hanya berpikir untuk dunia, semua kehidupannya tercurah hanya untuk dunia, tidak pernah berpikir untuk akhirat, karena yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana bisa senang di atas dunia. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH SATU: Pembatal Syahadat 2::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita tentang Pembatal Ke-Islaman atau Pembatal Syahadat. Kemarin kita sudah membahas tentang syirik Akbar yang pertama yaitu syirik do’a.
Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan kita dengan menerangkan dalil-dalil tentang masalah kesyirikan ini. Allah SWT berfirman di dalam surah An-Nisa ayat48:

Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. Continue reading

.::KAJIAN KE TIGAPULUH: Pembatal Syahadat 1::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Pada kesempatan ini, kita akan memasuki pembahasan tentang pembatal-pembatal keislaman atau pembatal-pembatal syahadat. Hari ini secara kenyataan tidak diselisihi di manapun umat Islam itu sangat tahu apa pembatal wudhu, shalat, haji, zakat. Tetapi aneh justru pembatal syahadat yang merupakan pintu masuk Islamnya seseorang itu kini banyak orang tidak tahu, dan bisa hampir dipastikan di sekolah-sekolah tidak diajarkan. Maka kita berusaha untuk mengetahui hal-hal ini yang hari ini disamarkan maupun ditutup-tutupi.

Kalau kita merujuk pada beberapa kitab tauhid, para ulama secara garis besar mengatakan bahwa, pembatal keislaman itu ada empat, diantaranya:
1. Syirik.
2. Kafir.
3. Nifak.
4. Riddah (Murtad). Continue reading

.::KAJIAN KE DUAPULUH SEMBILAN: Alwala Wal Baro 9::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim.

Kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang Alwala wal baro. Kemarin kita sudah membahas tentang contoh-contoh Alwala wal baro dari para sahabat-sahabat Rasulullah dalam periode Madinah.

Kemarin telah kita membahas sedikit tentang bagaimana sikap baronya Asmah kepada ibunya, yang dimana ibunya datang dengan membawa oleh-oleh dengan tujuan ingin menjenguk Asmah. Maka Asmah tidak berani membukakan pintu bagi ibunya karena dia meyakini bahwa ibunya masih musyrik. Sehingga Asmah mengutus seseorang untuk memberitahu Aisyah untuk bertanya kepada Rasulullah bagaimana sikap yang harus dilakukan oleh Asmah terhadap ibunya tersebut.

Ketika Aisyah menanyakan perihal hal tersebut, maka Rasulullah SAW terdiam, “Karena Rasulullah tidak berbicara sesuatu melainkan atas dasar wahyu”. Sampai akhirnya Allah SWT menurunkan Surat Al-Mumtahanah ayat 8-9 untuk menjawab pertanyaan daripada Asmah. Continue reading

.::KAJIAN KE DUAPULUH DELAPAN: Alwala Wal Baro 8::.

Oleh: Ustadz Abdul Hakim

Kita akan melanjutkan pembahasan kita yang kemarin dan masih akan membahas tentang Alwala wal baro. Kemarin kita membahas tentang satu hadits yaitu ikatan iman yang paling kokoh yaitu cinta karena Allah, benci karena Allah, mendukung karena Allah, dan memusuhi karena Allah. Dan ketika sifat itu ada pada diri seseorang, maka itulah tali iman yang kokoh.

Sifat cinta dan benci itu mutlak harus ada, karena konsekuensi dari syahadat yang benar itu harus melahirkan dua sifat yaitu wala wal baro. Itu mutlak harus ada, tetapi sayangnya hari ini hampir tidak diketahui oleh orang-orang.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan “Cerminan daripada kesaksian yang benar atas diri seseorang tentang kalimat syahadat, maka dia tidak akan mencintai kecuali karena Allah, tidak membenci kecuali karena Allah, tidak memusuhi kecuali kaena Allah, tidak berpihak kecuali karena Allah, dan dia senantiasa akan memusuhi siapa yang dimusuhi oleh Allah dan senantiasa akan membenci siapa yang dibenci oleh Allah”. Continue reading